Mancanegara

Transkrip Detik-detik Pembunuhan Jurnalis, Khashoggi: Aku Tak Bisa Bernapas

Transkrip dibuka dengan momen ketika Khashoggi memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober untuk mengurus dokumen pernikahannya.

Transkrip Detik-detik Pembunuhan Jurnalis, Khashoggi: Aku Tak Bisa Bernapas
ABC News - Go.com
Jamal Khashoggi 

TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON DC - Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi sempat melawan tim beranggotakan 15 orang yang dikirim untuk membunuhnya.

Kejadian tersebut merupakan cuplikan dari transkrip yang berasal dari rekaman bukti pembunuhan jurnalis berusia 59 tahun itu. Transkrip itu dipaparkan sumber yang menangani investigasi itu, seperti dilansir CNN pada Minggu (9/12), dan menunjukkan rencana eksekusi untuk membunuh Khashoggi.

Transkrip dibuka dengan momen ketika Khashoggi memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober untuk mengurus dokumen pernikahannya.

Baca: Surabaya Dinobatkan Jadi Kota Toleran, Wali Kota Risma Sebut Kuncinya Ada di Taman

Menurut penuturan sumber itu, Khashoggi langsung mengenali seseorang yang ada dalam gedung dan bertanya apa yang dia lakukan di sana. Kemudian muncul suara yang diidentifikasi sebagai Maher Abdulaziz Mutreb, pejabat intelijen di bawah pengawasan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ( MBS). Khashoggi mengenali Mutreb karena keduanya pernah bekerja bersama semasa masih menjadi diplomat di Kedutaan Besar Saudi di Inggris.

"Engkau kembali," kata Mutreb. "Anda tak bisa melakukannya. Ada orang yang menunggu saya di luar," kata Khashoggi menjawab Mutreb.

Baca: Usai Santap Bakso Seharga Rp 12 Ribu, SBY Benyanyi Bersama Pengamen, Lagu Panbers jadi Pilihan

Khashoggi merujuk kepada tunangannya Hatice Cengiz yang menunggu di luar. Cengiz sudah diberi tahu untuk menelepon kenalan jika Khashoggi tak muncul.

Pejabat anonim menjelaskan kepada CNN, rekaman menunjukkan Khashoggi sudah dikepung beberapa orang dan momen berikutnya dia meronta karena tak bisa bernapas.

Baca: Matchday 6 Grup C Liga Champions Liverpool vs Napoli, Juergen Klopp Anggap Seperti Final

Dalam versinya, Saudi menjelaskan Khashoggi tak sengaja dicekik. Namun, sumber menuturkan berdasarkan rekaman bukti, yang terjadi adalah sebaliknya. "Aku tak bisa bernapas," ujar Khashoggi yang diidentifikasi sumber sebagai kalimat terakhirnya diikuti oleh suara-suara lain.

Setelah itu, rekaman memperdengarkan suara gergaji di mana Khashoggi mulai dimutilasi pakar forensik Saudi, Salah Muhammad al-Tubaigy.

Baca: Ditabrak Kapal Tanker Asal Panama, KM Makmur Bermuatan Sembako Tenggelam di Perairan Batam

Selama suara gergaji berlangsung, transkrip mencatat terdapat suara lain, yakni Mutreb diyakini melakukan tiga kali panggilan telepon. "Beri tahu bosmu, apa yang dia perintahkan sudah selesai. Misi terlaksana," ujar Mutreb kepada orang yang ada di sambungan telepon.

Saat dikonfirmasi CNN, Saudi memberikan keterangan resmi bahwa mereka sudah mendengarkan rekaman bukti pembunuhan tersebut. Dalam rekaman yang didengarkan Saudi, tidak ada momen adanya orang melakukan panggilan. Riyadh mengaku tak tahu jika Turki punya bukti lain.

Baca: Unai Emery Punya Resep Khusus untuk Lanjutkan Trend Tak Terkalahkan Arsenal

"Jika memang ada (bukti baru), kami bakal menerimanya. Sejauh ini kami sudah berulangkali mengirimkan permintaan, namun belum mendapat tanggapan," tutur Saudi.

Buntut dari kasus pembunuhan tersebut, Saudi menyatakan sudah menangkap 21 orang dengan lima orang di antaranya dituntut hukuman mati. Saudi bersikeras MBS tak terlibat dalam pembunuhan itu meski Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meyakini perintah membunuh Khashoggi datang dari dia. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Transkrip Detik-detik Pembunuhan Jamal Khashoggi Terungkap https://internasional.kompas.com/read/2018/12/10/09032431/transkrip-detik-detik-pembunuhan-jamal-khashoggi-terungkap

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved