Mancanegara

Usia 12, Kanguru Populer Berotot Mati Karena Kelelahan

Daily Mirror memberitakan, Barns menyelamatkan Roger dari kantong induknya yang mati, dan membesarkannya di Sanctuary.

Usia 12, Kanguru Populer Berotot Mati Karena Kelelahan
The Kangaroo Sanctuary via Channel News Asia
REMUKKAN EMBER - Inilah Roger, seekor kanguru yang mencuri perhatian karena badannya yang berotot. Foto kanan ketika Roger meremukkan ember besi. 

TRIBUNKALTIM.CO, DARWIN - Seekor kanguru yang menjadi populer karena badannya yang berotot dilaporkan mati pada Sabtu pekan lalu (8/12).

The Kangaroo Sanctuary Alice Springs, dikutip Channel News Asia pada Senin (10/12), menyatakan, kanguru bernama Roger itu mati pada umur 12 tahun.

Dalam video resmi, Chris "Brolga" Barns, penyelamat kanguru sekaligus pendiri Sanctuary, menuturkan, Roger mati karena usia tua.

Baca: Beri Tanda Suka pada Paslon di Media Sosial, Dua ASN Diperiksa Bawaslu Kutim

Barns mengatakan, 10 tahun silam dia membangun Sanctuary yang berlokasi di Northern Territory, Australia, agar Roger bisa menjadi pejantan utama.

Daily Mirror memberitakan, Barns menyelamatkan Roger dari kantong induknya yang mati, dan membesarkannya di Sanctuary.

Baca: Dihina Saat Tak Mampu Lunasi Utang Rp 300 Ribu, Pria Ini Benamkan Kepala Teman di Lumpur hingga Tewas

"Saat itu, saya membangun tempat ini bagi Roger dan beberapa istrinya, Ella dan Abigail, supaya mereka mempunyai tempat untuk hidup," kata Barns.

Dia melanjutkan, Roger tumbuh menjadi kanguru yang dicintai semua orang di dunia, dan menyatakan Roger dikuburkan di Sanctuary.

Baca: Pembobolan Kartu Kredit Kini Gunakan Modus Baru, Polisi Imbau Waspadai Email Tidak Jelas

"Supaya dia bisa bersama keluarganya. Kami bakal selalu mengenangnya hari ini hingga tahun-tahun ke depan. Dia bakal selalu ada di sini," lanjut Barns.

Dia menambahkan, Roger sudah mulai menunjukkan tanda-tanda "kelelahan" dengan kurangnya agresivitas pada Januari lalu. Roger, kata Barns, biasanya mengejar dia ke segala arah dan berusaha menendangnya.

Baca: Kejari Terus Bergerak, Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Baqa Berpotensi Bertambah

Namun sejak Januari, perilakunya tidak seperti itu. Kanguru itu mencuri perhatian di internet pada 2015 ketika muncul dengan penampilannya yang berotot, dan gambar dia menghancurkan ember besi.

Roger dilaporkan mempunyai bobot 90 kilogram dan mempunyai tinggi sekitar 2 meter.

Baca: Realme U1 Resmi Masuk Indonesia, Harganya Rp 2 Jutaan dan Tersedia 3 Pilihan Warna

Mirror melansir, saat muda kanguru biasanya bergulat dan bertarung. Semakin kuat kanguru, maka banyak gulat yang bisa dia menangi dan memberikannya keuntungan sebagai pusat perhatian bagi kanguru betina.

Pejantan dominan biasanya menghabiskan banyak waktu dengan menampilkan posturnya memamerkan otot untuk menangkal tantangan bertarung dari pejantan lain. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Roger Si Kanguru Berotot Mati di Umur 12 Tahun https://internasional.kompas.com/read/2018/12/10/13165771/roger-si-kanguru-berotot-mati-di-umur-12-tahun

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved