Berita Eksklusif

Listrik Belum Masuk Kampung Gunung Teknik, Warga Terpaksa Gunakan Genset

Ketua RT. 02, Gunung Teknik, Kelurahan Prapatan Syamsul terkait keberadaan perkampungan di kawasan Pertamina

Listrik Belum Masuk Kampung Gunung Teknik, Warga Terpaksa Gunakan Genset
Tribun Kaltim
Perkampungan Gunung Teknik, RT 02 dan 03, Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota yang gelap karena belum ada listrik. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua RT. 02, Gunung Teknik, Kelurahan Prapatan Syamsul terkait keberadaan perkampungan di kawasan Pertamina yang hingga saat ini belum merasakan layanan dasar sebagai warga, yakni listrik dan air.

Syamsul menceritakan, perkampungan Gunung Teknik telah ada sejak zaman PKI yakni tahun 1960-an. Dia sendiri baru menempati kampung tersebut sekitar 1970. Sejak tinggal di Gunung Teknik belum pernah merasakan penerangan listrik maupun air dari PDAM.

Meski bersama warga sudah beberapa kali meminta bantuan listrik dan air, bahkan sampai diundang pemerintah kota untuk membahasnya, namun hasilnya nihil.

Baca: Gunung Teknik, Kampung di Tengah Kota Balikpapan yang Belum Terjamah Listrik

"Sejak itu kami meminta izin menggunakan diesel (genset) untuk penerangan kampung," ujarnya. Seiring berjalannya waktu, sekitar 1997 saat krisis moneter, mesin genset rusak. Warga kembali tidak mendapatkan penerangan. Baru jelang Pemilu 2014, warga Gunung Teknik kembali mendapatkan bantuan mesin genset.

Sebagian warga menggunakan penerangan lampu teplok, namun kesulitan bahan bakar, karena minyak tanah langka. "Setelah genset rusak, saat ini warga kembali tidak mendapatkan penerangan," keluhnya.

Saat bertemu dengan DPRD Kota Balikpapan, Syamsul mengatakan PLN pernah menyatakan jika ada jalan umum maka PLN bisa membangunkan sentra listrik. Sayangnya, daerah Gunung Teknik terisolir karena berada di wilayah Pertamina, sehingga tidak ada jalan umum.

"Informasinya, Pertamina berencana membuatkan sentra listrik di dekat kampung Gunung Teknik pada awal Januari 2019. Setelah itu, PLN nantinya yang akan suplai listriknya ke sentra itu. Pertamina yang akan membagi listriknya," jelasnya.

Baca: Persiba Balikpapan Siapkan 18 Pemain di Piala Indonesia Menjamu Mitra Kukar

Dikemukakan Syamsul, saat ini untuk penerangan warga kebanyakan memakai lampu cas, hanya sebagian kecil warga yang memiliki genset dan solar cell. Lampu hanya menyapa pada malam hari. Itupun kalau tetangga merasa kasihan, dia akan memberikan tetangganya satu lampu untuk anak belajar.

Sedangkan persoalan air bersih, Syamsul menjelaskan warga Gunung Teknik berharap bantuan dari beberapa karyawan Pertamina yang rela memberikan air kepada warga. Menurutnya, PDAM pernah mengatakan akan menghubungi Pertamina untuk mengeluarkan CSR untuk aliran air ke kampung tersebut.

"Kami kadang dikasih air oleh karyawan. Kalau airnya mengalir, kita menarik selangnya ke rumah warga, kadang satu selang bisa kita bagi tiga rumah. Biasanya sekali selang kita bisa dapat setengah sampai satu drum," tuturnya.

Baca: Anak-anak Kaltim-Kaltara Bisa Mewujudkan jadi Pilot Disini

Terkait status lahan, Syamsul menerangkan bahwa dahulu banyak pensiunan Pertamina yang diberikan lahan oleh perusahaan, sehingga dibangun pemukiman dan berkembang menjadi kampung.

Lahan tersebut berstatus pinjam pakai, namun selama warga membangun, warga selalu membayar pajak PBB-nya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved