Perusahaan Cleaning Service ISS Bakal Pangkas 100 Ribu Karyawan, Termasuk di Indonesia ?

CEO ISS Jeff Gravenhorst menyatakan, 13 negara yang dimaksud sebagian besar adalah negara-negara berkembang, termasuk di Asia dan Eropa Timur.

KOMPAS.COM/YOHANES DEBRITHO
NEONNUB PT Indonesia Servant Service (ISS) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa cleaning service di Jakarta International School (JIS), Rabu (7/5/2014). 

Perusahaan Cleaning Service ISS Bakal Pangkas 100 Ribu Karyawan, Termasuk di Indonesia ? 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemangkasan sekitar 100 ribu orang karyawan disebut akan dilakukan perusahaan layanan kebersihan atau cleaning service terbesar di dunia asal Denmark, ISS A/S. 

Angka 100 ribu karyawan itu mencakup seperlima dari jumlah karyawannya di seluruh dunia.

Rencana pengurangan jumlah karyawan tersebut sejalan dengan hengkangnya ISS dari 13 negara yang dianggap kurang memberikan kontribusi laba.

Jadi Cleaning Service Unmul, Pria Ini Berhasil Tamatkan S2, Lihat Nasibnya Sekarang

Dikutip dari AFP, Senin (10/12/2018), CEO ISS Jeff Gravenhorst menyatakan, 13 negara yang dimaksud sebagian besar adalah negara-negara berkembang, termasuk di Asia dan Eropa Timur.

Pada saat bersamaan, ISS pun membidik peningkatan kerja sama bisnis dengan klien-klien utama, seperti perbankan global.

Adapun 13 negara tersebut merepresentasikan 12 persen pendapatan grup ISS dan 8 persen dari laba operasional.

Dengan demikian, ISS tidak akan lagi beroperasi di Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Brasil, Cile, Israel, Estonia, Republik Ceko, Hungaria, Slovakia, Slovenia, dan Romania.

BTS Kecelakaan, Perusahaan Taksi Taiwan Rilis Rekaman Black Box saat Tabrakan Terjadi

Pihak ISS menyatakan, setelah meninggalkan 13 negara tersebut, maka jumlah karyawan ISS akan mencapai kira-kira 390.000 orang.

Gravenhorst sendiri mengungkapkan, ISS ingin fokus untuk meraup porsi pasar yang lebih besar dengan nilai 400 miliar dollar AS untuk klien-klien kunci, termasuk korporasi besar. Segmen ini mencakup 46 persen pertumbuhan organik ISS.

"ISS mengekspektasikan pertumbuhan organik naik hingga 4-6 persen per tahun dalam jangka menengah dari 1,5-3,5 persen yang ditargetkan pada tahun 2018," tulis pihak ISS dalam pernyataannya.

ISS merupakan salah satu perusahaan terbesar di Eropa. Perusahaan itu mengambil langkah drastis setelah sahamnya merosot sekira 18 persen pada tahun ini.

Langkah yang diambil perseroan ini juga menyusul sejumlah tanda bahwa beberapa analis mulai mempertanyakan prospek ISS. Meskipun sebagian besar analis masih memberikan pandangan positif, namun Goldman menyatakan pada bulan lalu bahwa klien-kliennya mulai melepas saham ISS. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perusahaan "Cleaning Service" Terbesar di Dunia Akan PHK 100.000 Karyawanhttps://ekonomi.kompas.com/read/2018/12/10/164341526/perusahaan-cleaning-service-terbesar-di-dunia-akan-phk-100000-karyawan

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved