25 Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

Sebanyak 25 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK-LQP menolak pemberian uang santunan senilai Rp 1,25 miliar dari pihak Lion.

25 Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Kuasa hukum Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018). 

25 Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 25 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK-LQP menolak pemberian uang santunan senilai Rp 1,25 miliar dari pihak Lion Air.

Hal ini seperti disampaikan Kuasa hukum dari firma hukum Internasional Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck. 

Dijelaskan jika 25 keluara korban menolak pemberian uang santunan itu lantaran mereka tidak ingin tanda tangan surat kontrak yang menyatakan tidak akan menggugat perusahaan Boeing di Amerika Serikat.

Saham Boeing Merosot Lebih 4 Persen, Gegara Kabar Pembatalan Pembelian 188 Pesawat oleh Lion Air ?

"Ketika keluarga menerima kompensasi dari Lion Air, mereka harus menandatangani surat perjanjian tidak akan menggugat pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan Lion Air, salah satunya The Boeing (perusahaan Boeing)," kata Manuel di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Manuel mengaku, pihaknya mempunyai bukti surat kontrak dari Lion Air bertanda tangan salah satu keluarga korban yang telah menerima uang santunan itu.

Dalam surat kontrak itu, terlampir 800 nama perusahaan yang berkaitan dengan Lion Air, salah satunya adalah perusahaan Boeing yang memproduksi pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Halaman terakhir surat kontrak Lion Air, keluarga tidak perlu menggugat 800 perusahaan. Itu sangat buruk. Harusnya Lion Air memberikan perhatian lebih pada keluarga korban," ujar Manuel.

Lion Air Disebut Kaji Ulang Pembelian Pesawat dari Boeing, Imbas Marahnya Rusdi Kirana ?

Oleh karena itu, Manuel bersama firma hukumnya mewakili 25 keluarga korban akan menggugat perusahaan Boeing di Amerika Serikat untuk mendapat uang ganti rugi yang dinilai lebih sesuai.

Ia akan menuntut Boeing untuk membayar ganti rugi senilai 100 juta dollar AS, sehingga masing-masing keluarga akan mendapatkan uang senilai 400.000 dollar AS.

Selain menuntut ganti rugi, pengajuan gugatan di Pengadilan Amerika Serikat juga bertujuan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat. Investigasi yang dilakukan pengadilan itu tidak akan terpengaruh dari hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sidang pertama dari 25 penggugat akan digelar di Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat, 17 Januari 2019.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dengan registrasi PK-LQP jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pesawat yang membawa 189 penumpang dan awak kabin itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, sekitar 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puluhan Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Airhttps://megapolitan.kompas.com/read/2018/12/12/16120491/puluhan-keluarga-korban-jt-610-tolak-pemberian-santunan-dari-lion-air

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved