Penobatan Sultan Kutai

Hari Ini Penobatan Sultan Kutai XXI, Datangkan Dua Pusaka dari Museum Nasional

Putra Mahkota Adji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat akan dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI

Hari Ini Penobatan Sultan Kutai XXI,  Datangkan Dua Pusaka dari Museum Nasional
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Beberapa tenda makanan di sisi kiri Museum Mulawarman Tenggarong telah berdiri. Saat prosesi penabalan Sultan Kutai, Sabtu (15/11/2018), panitia menyiapkan kuliner gratis berupa 4.000 pack makanan tradisional. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Putra Mahkota Adji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat akan dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI hari ini, Sabtu (15/12) di Kedaton Kesutanan Kutai atau Museum Mulawarman Tenggarong.

Pria bernama asli Drs Adji Muhammad Arifin Praboe, Msi bakal melanjutkan tahta ayahanda almarhum Sultan Adji Muhammad Salehuddin II dengan gelar Sultan Adji Muhammad Arifin.

Jelang prosesi penobatan, segala persiapan sudah digelar di keraton. Bahkan putra mahkota menjalani prosesi beluluh, Jumat (14/12) kemarin. Pada ritual ini, putra mahkota duduk di balai bambu bertingkat yang digunakan sebagai singgasana dalam upacara ini.

Balai bambu ini diletakkan di atas lukisan tambak karang, yakni lukisan yang dibuat dari kumpulan beras warna-warni. Prosesi ini dilakukan untuk mengusir unsur jahat di sekeliling putra mahkota.

Baca: Hasil Akhir Diumumkan, Kemenkumham Sampaikan Cara Panselnas Hitung Integrasi SKD dan SKB

Upacara ini juga sering dimaknai sebagai penyucian diri. Usai prosesi beluluh, tambak karang diperebutkan oleh masyarakat. Mereka meyakini beras warna-warni di atas gulungan tikar itu akan membawa keberkahan.

Proses lainnya jelang penobatan dilaksanakan tempong tawar untuk menyambut kedatangan benda pusaka peninggalan Kesultanan Kutai yang dibawa langsung oleh Kepala Museum Nasional Siswanto.

Benda pusaka ini bakal digunakan langsung dalam prosesi penabalan atau penobatan sultan. Dua benda pusaka itu adalah ketopong dan pedang. Ketopong berwarna keemasan ini dibungkus dengan kain kuning sebelum dimasukkan dalam kotak biru. Pihak kesultanan dan masyarakat sempat melihat langsung 2 benda pusaka peninggalan Kesultanan Kutai itu.

Baca: Atlet Berpotensi Siap Seleksi Pra PON, Asprov PSSI Kaltim Siap Panggil Awal Tahun 2019

Menteri Kelestarian Nilai Adat Kesultanan Kutai, Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger, Jumat (14/12) menjelaskan, proses peminjaman benda pusaka ini sudah berjalan satu bulan yang lalu. Sudah ada kesepakatan bahwa penabalan dilaksanakan 15 Desember, ada penandatanganan nota kesepahaman antara Plt Bupati Kutai Kartanegara dan Dirjen Kebudayaan.

Kemarin, petugas Dinas Pariwisata dengan dua kerabat kesultanan yang mewakili menjemput pusaka itu ke Museum Nasional di Jakarta. Dikemukakan, benda pusaka itu dibawa dari Museum Nasional ke Kukar oleh Kepala Museum Nasional dikawal langsung aparat kepolisian dari Jakarta.

"Sampai di sini diambil prosesi tempong tawar karena benda ini sangat sakral dan bersejarah yang hanya kami gunakan pada saat acara penabalan sejak Sultan AM Sulaiman, Sultan Alimuddin, Sultan Parikesit, Sultan Aji Salehuddin II sampai Yang Mulia Putra Mahkota akan dinabalkan besok (hari ini) harus menggunakan keaslian dari benda pusaka itu sendiri," tuturnya.

Puger mengatakan, prosesi beluluh kemarin berjalan lancar. "Semua kerabat kesultanan tadi melihat benda yang bersejarah milik Kesultanan Kutai yang dipelihara oleh Museum Nasional," ujarnya.

Baca: 5 Anggota DPRD Samarinda Gugat Gubernur Kaltim dan Walikota ke PTUN Terkait PAW

Setelah itu, kedua benda pusaka itu disimpankan di BRI agar terjamin keamanannya. Berat ketopong mencapai 1,2 kg dan pedang 1,8 kg. Benda pusaka ini akan dikembalikan ke Museum Nasional, pada Senin (17/12). (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved