Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina Bakal Tambah Pasokan BBM ke Berau

Menjelang Natal dan Tahun Baru, pola konsumsi Bahan Bakar Kendaraan (BBM) masyarakat Berau, cenderung meningkat jika dibanding hari-hari biasa.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina Bakal Tambah Pasokan BBM ke Berau
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina berencana akan meningkatkan suplai BBM untuk wilayah Berau. 

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina Bakal Tambah Pasokan BBM ke Berau

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menjelang Natal dan Tahun Baru, pola konsumsi Bahan Bakar Kendaraan (BBM) masyarakat Berau, cenderung meningkat jika dibanding hari-hari biasa.

Untuk mengantisipasi peningkatan ini, PT Pertamina berencana akan meningkatkan suplai BBM untuk wilayah Berau.

Hal ini dikemukakan oleh Sales Excutive Ritel III, PT Pertamina wilayah Kaltara Yang membawahi wilayah Berau, Andi Reza.

Menurut Andi Reza peningkatan permintaan BBM menjelang akhir tahun ini, bahkan bisa mencapai 7 persen.

“Kalau melihat tren kebutuhan BBM, saat akhir tahun memang rata-rata ada peningkatan permintaan di lapangan sebsar 5 sampai 7 persen,” ungkapnya.

Hari Ini Mulai Pemberkasan, Sudahkah Cek Namamu di Link Hasil Akhir Seleksi CPNS Kemenkumham 2018?

Hapus Foto-foto Kebersamaannya dengan Faye Nicole Jones, Vanessa Angel Sebut soal Karma

 

Untuk mengatasi ini, pihaknya mengajukan Permintaan suplai yang lebih dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan merayakan natal dan perggantian tahun di wilayah Kaltara dan Berau.

Namun tidak semua jenis BBM yang mengalami lonjakan. Menurut Reza, biasanya hanya jenis-jenis tertentu yang ditambah pasokannya. “Biasanya yang paling banyak permintaan adalah jenis gasoline, seperti premium, pertalite dan pertamax,” jelasnya.

Sementara produk BBM jenis solar dan dex, biasanya tidak mengalami lonjakan signifikan. Meski begitu, Pertamina tetap mengambil langkah-langkah antispasipatif. Meningkatnya kebutuhan BBM menjelang akhir tahun ini juga harus diantisasi oleh pengelola SPBU, pasalnya semakin banyak permintaan, diprediksi akan membuat antrean di SPBU semakin panjang.

Mario Gomez Dipecat, Begini Kesan 10 Pemain Persib Bandung Terhadap Pelatih Asal Argentina Itu

Terekam CCTV Ngamar di Hotel dengan Suami Wali Kota Tangsel, Mantan Manajer Ungkap Sifat Asli FNJ

 

Karena itu, dirinya juga kembali mengingatkan pengelola SPBU agar tidak melayani pengetab atau pembelian BBM dengan tangki non-standar dan pembelian berulang-ulang.

Pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pengelola SPBU yang melanggar Peraturan BPH Migas nomor 5 yang mengatur prosedur pengisian bahan bakar dengan tanki non-standar.

Misteri Plastik Tutupi Wajah Adik Emil Dardak, Polisi akan Telusuri Jejak Digital

Dita Soedarjo Disebut Batal Nikah dengan Denny Sumargo, Sang Sahabat Ungkap Hal Ini

“Sanksi yang paling ringan teguran sampai dengan penghentian suplai produk (BBM) dari beberapa hari sampai 3 bulan,” tandasnya. (*)
 

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved