Perusakan Atribut Demokrat

Perusakan Atribut Kampanye Demokrat Bisa Dipidana hingga Dua Tahun

"Kami sedang mengkaji kasus ini untuk memastikan keterlibatan pihak lain. Pelakunya kan sudah ditangkap sehingga memudahkan kajian," tambahnya.

Perusakan Atribut Kampanye Demokrat Bisa Dipidana hingga Dua Tahun
(TribunPekanbaru/Alexander) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perusak Baliho Bergambar SBY Tertangkap Saat Beraksi, http://www.tribunnews.com/regional/2018/12/15/perusak-baliho-bergambar-sby-tertangkap-saat-beraksi?page=all.
SBY turun langsung ke Jalan Sudirman Pekanbaru, menyaksikan baliho bergambar dirinya dirusak, Sabtu (15/12/2018). 

Perusakan Atribut Kampanye Demokrat Bisa Dipidana hingga Dua Tahun

TRIBUNKALTIM.CO - Perusakan alat peraga kampanye (APK) yang saat ini menjadi isu hangat politik di tanah air ikut membuat Bawaslu memberikan penjelasan.

Diketahui, pada Sabtu (15/12/2018), sejumlah atribut kampanye partai Demokrat dirusak.

Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan sampai ikut membersihkan atribut kampanye yang dirusak tersebut. 

Video Pelaku Perusakan Atribut Demokrat Ditangkap dan Mengaku

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward, menegaskan perusakan alat peraga kampanye (APK) Partai Demokrat di Jalan Sudirman, Pekanbaru, termasuk tindak pidana pemilu.

Menurut dia, pelaku perusakan APK dapat diproses hukum pidana sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Perusakan alat peraga kampanye atau APK itu termasuk pidana pemilu dan pelakunya bisa kena sanksi pidana," tutur Fritz, kepada wartawan, Minggu (16/12/2018).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers pasca baliho dan bendera Demokrat dirusak di Pekanbaru Sabtu (15/12/2018) di Loby Hotel Pangeran Pekanbaru. Bawaslu Riau Belum Terima Laporan Pengrusakan Baliho SBY dan Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers pasca baliho dan bendera Demokrat dirusak di Pekanbaru Sabtu (15/12/2018) di Loby Hotel Pangeran Pekanbaru. Bawaslu Riau Belum Terima Laporan Pengrusakan Baliho SBY dan Partai Demokrat (TribunPekanbaru/Johanes)

Setelah insiden itu, pihaknya sedang mengkaji dan mendalami kasus perusakan baliho Partai Demokrat tersebut. Bawaslu, kata dia, akan memastikan apa benar ada pihak lain menyuruh atau ada inisiatif pribadi pelaku.

"Kami sedang mengkaji kasus ini untuk memastikan keterlibatan pihak lain. Pelakunya kan sudah ditangkap sehingga memudahkan kajian," tambahnya.

Untuk diketahui, larangan perusakan APK diatur di Pasal 280 ayat (1) huruf g UU Pemilu. Pasal tersebut menyatakan bahwa pelaksana, peserta pemilu dan tim kampanye tidak boleh merusak dan/atau menghilangkan APK peserta pemilu.

Adapun, sanksi atas tindakan perusakan APK peserta pemilu adalah pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bawaslu: Perusakan Atribut Partai Demokrat Masuk Kategori Tindak Pidana Pemilu, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/12/16/bawaslu-perusakan-atribut-partai-demokrat-masuk-kategori-tindak-pidana-pemilu.

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved