Pemkab Kutim Dukung Pembangunan Pabrik Semen, Wabup: Jadi Lapangan Pekerjaan Masyarakat

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan mendukung apa yang disampaikan Gubernur Kaltim.

Pemkab Kutim Dukung Pembangunan Pabrik Semen, Wabup: Jadi Lapangan Pekerjaan Masyarakat
TNC/Djuna Ivereigh
Karst Sangkulirang 

Pemkab Kutim Dukung Pembangunan Pabrik Semen, Wabup: Jadi Lapangan Pekerjaan Masyarakat

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pernyataan Gubernur Kaltim, Isran Noor yang menegaskan kelanjutan pembangunan parbrik semen pertama di Pulau Kalimantan oleh PT Kobexindo Cement, mendapat dukungan dari Pemkab Kutai Timur, dimana lokasi pendirian pabrik merupakan wilayah Kecamatan Bengalon, Kutai Timur.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan mendukung apa yang disampaikan Gubernur Kaltim.

Karena, pasti didukung dengan kajian yang selama ini dilakukan.

“Kita juga sudah melakukan diskusi, tentang budaya, lingkungan dan ekonomi hadirnya pabrik semen di sekitar kawasan Pantai Jepujepu. Hasilnya, pembangunan pabrik semen tidak merusak kawasan karst yang terlindungi. Kajian itu juga harus kita pegang sama-sama,” beber Kasmidi, Senin (17/12).

Bukan pemerintah mau ada pabrik semen. Tapi, lanjut Kasmidi, Pemkab Kutim juga melakukan kajian, apakah kehadiran pabrik semen merusak bentang alam, persediaan air dan lainnya, ternyata tidak.

“Apa yang dilakukan Bapak Gubernur, menurut kami sudah melalui beragam penelitian. Kita senang saja. Karena, di sisi lain kalau ada pabrik semen di kawasan tersebut, pasti ada penyerapan tenaga kerja, kita juga punya stok semen yang selama ini bergantung dari daerah lain. Ketika stok menipis, harga pun jadi mahal. Selain itu, daerah ring I atau daerah sekitarnya akan cepat terbangun,” ungkap Kasmidi.

Seperti diketahui, Gubernur Isran Noor memastikan PT Kobexindo Cement siap melanjutkan pembangunan pabrik semen yang berlokasi di kawasan Jepujepu, Sekerat, Kecamatan Bengalon, usai bertemu pihak perusahaan. 

Investasi yang akan ditanamkan di kawasan tersebut Rp7,2 triliun.

 Isran tak khawatir pabrik semen yang dibangun Kobexindo Cement bakal mengancam lingkungan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Karena perusahaan telah memenuhi prosedur termasuk Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

"Apa gunanya Amdal itu? Amdal itulah sebagai indikator lingkungan," ujarnya.

Saat ini PT Kobexindo Cement tinggal menanti izin Amdal dari Dinas Lingkungan Hidup Kaltim.

Selanjutnya izin Amdal akan diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu (DPMPSP) Kaltim.

Adapun dampak lingkungan akibat pendirian semen yang dikaji pemerintah yaitu hilangnya sumber daya air, abrasi pantai, kepunahan keanekaragaman hayati flora fauna, rusaknya hutan mangrove, dan pencemaran udara. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved