Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan, 7 Penumpang Selamat tanpa Luka

Pesawat Susi Air jenis pilatus dilaporkan tergelincir di bandara perintis yang ada di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan.

Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan, 7 Penumpang Selamat tanpa Luka
Kompas.com/Kontributor Magetan, Sukoco
Hujan deras yang mengguyur di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan diduga menyebabkan pesawat Susi Air kesulitan mendarat dan mengalami sejumlah kerusakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pesawat Susi Air jenis pilatus dilaporkan tergelincir di bandara perintis yang ada di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (17/12) kemarin.

Pesawat tergelincir diduga karena landasan licin karena hujan lebat mengguyur Bandara Binuang. "Iya tergelincir tadi sore sekitar pukul 15.10 Wita. Hujan deras di Krayan," ujar Aprem Tinus, salah seorang warga Krayan yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Senin (17/12).

Aprem Tinus menambahkan, pesawat dengan registrasi PK PC6 PK VVW sedang membawa 7 orang penumpang saat insiden. Meskipun demikian, ke-7 penumpang selamat tanpa mengalami luka-luka.

Akibat insiden tersebut, pesawat Susi Air mengalami kerusakan pada sayap belakang sebelah kiri patah dan sayap depan sebelah kanan penyok. Hujan deras diduga menyebabkan pesawat Susi Air tergelincir dan mendarat di pinggir landasan karena landasan menjadi licin.

Baca: Pesawat Perintis Tergelincir di Perbatasan, Pilot dan 6 Penumpang Dikabarkan Selamat

Sementara itu, saat dihubungi detikcom, Camat Krayan Tengah Heberli juga membenarkan kejadian ini. Insiden terjadi saat take off dari Bandara Robert Atty Bessing, Kabupaten Malinau, cuaca masih bagus. Namun, saat akan landing di Krayan Tengah, Bandara Binuang, diguyur hujan sehingga landasan menjadi licin.

"Tadi kejadiannya pukul 15.00 Wita, terbang dari Malinau saat landing tergelincir dan masuk ke parit sebelah kiri, dengan posisi pesawat miring. Bahkan sayapnya sampai menyentuh tanah dan robek di beberapa bagian," terang Heberli.

Lebih lanjut, dikatakan Herberli, badan pesawat akan dievakuasi pada Selasa pagi, sedangkan keenam penumpang dan awak pesawat selamat semua. Pemindahan dilakukan supaya tidak mengganggu penerbangan lain yang dilakukan oleh MAF (Mission Aviation Fellowship).

Baca: Sinyal Teco ke Timnas Garuda Menguat, Dejan Antonic Ambil Alih Posisi Pelatih Persija?

"Karena posisinya mengganggu penerbangan selanjutnya, makanya harus dipindahkan ke tempat lain yang rencananya kita lakukan pada Selasa pagi. Sepuluh menit sebelum pesawat landing, di sini diguyur hujan, dan malam harinya gerimis, otomatis landasan licin karena belum aspal, masih tanah," ungkapnya.

Panjang landasan di Bandara Binuang hanya 650 meter dengan lebar 23 meter. Selama Desember, jadwal penerbangan Susi Air bertambah tiga kali dalam seminggu. Sebab, warga Krayan, yang mayoritas Nasrani, akan merayakan Natal sehingga banyak sanak saudara yang mulai berdatangan dari kota.

Baca: Pemkot Balikpapan akan Musnahkan 32 Ribu KTP Rusak dan Kedaluwarsa

Namun, pada hari biasa, penerbangan hanya satu kali dalam seminggu. Selain Susi Air, warga dilayani dengan pesawat MAF. Untuk bisa ke kota, warga Krayan hanya bisa mengakses transportasi dengan menggunakan pesawat terbang karena belum ada jalan darat ataupun melalui sungai. (kps)

Editor: Sumarsono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved