Pileg 2019

Rocky Gerung Sebut ada 2 Partai Asing yang ikut Pemilu 2019

Rocky Gerung memberikan pandangan dirinya soal jumlah partai yang akan ikut dalam pemilihan umum (pemilu) 2019.

Rocky Gerung Sebut ada 2 Partai Asing yang ikut Pemilu 2019
YouTube
Rocky Gerung 

Rocky Gerung Sebut ada 2 Partai Asing yang ikut Pemilu 2019

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat Politik yang juga akademisi, Rocky Gerung memberikan pandangan dirinya soal jumlah partai yang akan ikut dalam pemilihan umum (pemilu) 2019.

Rocky mengatakan bahwa sebenarnya saat ini ada 2 tambahan partai yang ia lihat dalam perspektifnya yang ikut pemilu.

Hal ini diungkapkan Rocky Gerung saat menjadi narasumber di acara diskusi dengan tema Perspektif Sosial Politik Rocky Gerung 'Tentang Papua' yang diunggah melalui YouTube Rocky Gerung, Minggu (16/11/2018).

Acara yang dilakukan pada Kamis (13/12/2018) di Resistance Kafe, Jayapura ini Rocky mulanya bertanya soal jumlah partai yang ada di Indonesia.

Hadirin pun menjawab jumlah partai sesuai dengan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni berjumlah 18 partai.

Namun, Rocky membantah bahwa untuk pemilu hanya ada 18 partai, melainkan 20 partai.

Baca: Ini Alasan Rocky Gerung tak Pernah Kritik Prabowo Ngapain Kritik Orang yang tak Punya Prestasi

"Saya bilang ada 20 partai yang ikut pemilu, perspektif saya berubah 20, siapa yang bisa lihat dengan perspektif lain bahwa yang ikut pemilu ada 20, 'kan di surat suara ada 18 partai yang dua lokal', menurut perspektif saya yang ikut ada 20 partai, 16 nasional, 2 lokal, dan dua partai asing," ujar Rocky.

Partai asing tersebut adalah Partai Amerika dan China yang saat ini paling berpengaruh untuk dunia.

"Satu Partai Komunis China, satu lagi Partai Republik Amerika, pers pasti 'gila nih orang, mana ada 2 partai ikut pemilu, itu namanya prespektif karena pemilu bukan hanya kepentingan nasional atau regional tapi kepentingan global."

Rocky mengatakan kedua partai tersebut tidak secara terang-terangan berada di dalam kotak suara, namun mempengaruhi kepentingan presiden yang akan terpilih.

"Oleh karena itu Amerika punya kepentingan siapa yang akan menang jadi presiden, China akan punya kepentingan siapa yang akan menang jadi presiden, karena ada lalu lintas perdagangan, jadi dia akan ikut serta, di mana? tentu bukan dalam kotak pemilu tapi dalam rangka untuk mempengaruhi voting," ujarnya.

Baca: Rocky Gerung Akui Pernah Unggah Kicauan Soal Wajah Lebam Ratna Sarumpaet

"Kalau kita mengerti, Indonesia berada di dalam kepentingan global, ada isu Papua ada kepentingan Amerika, China di tengah isu itu, karena soal keseimbangan politik di regional sekarang punya kepentingan ke depan," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved