Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Perompak Masih Eksis di Perbatasan Laut Indonesia, Ini Upaya Danlantamal XIII Tarakan

Situasi perbatasan laut Indonesia dengan negara-negara tetangga yang terlihat aman tidak membuat TNI Angkatan Laut merenggangkan pengamanan.

Editor: Doan Pardede
(TRIBUN/WIL)
FOTO: Parade kapal dalam kegiatan Tarakan Maritime Festival (TMF) di dermaga TNI Angkatan Laut, Mamburungan, Kota Tarakan, Desember 2014 lalu. 

Perompak Masih Eksis di Perbatasan Laut Indonesia, Ini Upaya Danlantamal XIII Tarakan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan menyatakan wilayah perairan Indonesia di perbatasan Kalimantan Utara masih cukup aman dari tindak kejahatan perompakan.

Namun hal itu bukan membuat TNI Angkatan Laut merenggangkan pengamanan.

Sebab ancaman perompakan justru masih terjadi di seputar perairan perbatasan Malaysia dan Filipina yang notabene dekat dari teritorial Indonesia.

Kejahatan di Perairan Kaltim! Penyelundupan Narkoba Perompakan sampai Illegal Fishing

Perompak Serang Kapal Batu Bara, Juru Mudi Kapal Luka Parah, Ini Kronologinya

Untuk itu, Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama Judijanto tetap melakukan tindakan-tindakan antisipatif di perbatasan laut tiga negara bertetangga ini.

"Kami sudah memberi warning kepada kapal-kapal yang melalui wilayah itu bahwa pertama, harus waspada perompakan. Karena kapal-kapal yang lewat di wilayah itu adalah kapal-kapal yang melalui wilayah Indonesia juga," kata Laksamana Pertama Judijanto dalam keterangannya, Selasa (18/12/2018).

Danlantamal juga meminta kapal-kapal menghidupkan alat komunikasi, termasuk berkoordinasi dengan semua aparat keamanan yang ada.

"Tetapi saya yakinkan di wilayah kita untuk saat ini tidak ada masalah. Yang bermasalah adalah daerah tetangga kita," ujarnya.

"Kita sudah mengimbau seluruh TKI yang bekerja di sana melengkapi surat-surat dokumen mereka. Kalau bekerja sebagai nelayan, mereka harus tahu dokumen apa saja dan bagaimana menyelamatkan diri," sebutnya.

2 Anak di Bawah Umur Jadi Perompak di Sungai Mahakam

Nelayan Korban Perompakan Mengaku Dipukul Perompak di Laut

Koordinasi secara ketat juga dilaksanakan dengan MCC (Maritime Command Center) yang berbasis di Tarakan, Sandakan, dan Bungau. Dalam dua pekan terakhir, kapal perang milik TNI juga melakukan visit ke Bungau.

"Kita lakukan latihan bersama dengan Malaysia dan Filipina. Kita kirim kapal perang, dengan persenjataan lengkap," ujarnya.

Laksamana Pertama Judijanto menginformasikan, dua pekan yang lalu masih terjadi percobaan penyanderaan oleh kelompok perompak di perairan Malaysia. Namun akhirnya berhasil digagalkan Polisi Sabah, Malaysia.

"Alhamdulillah tidak ada korban. Sempat ada rekan kita terluka dan juga sudah diselamatkan Kepolisian Sabah," ujarnya.

Masih adanya ancaman-ancaman perompakan, diartikan Danlantamal, kelompok perompak masih eksis. Danlantamal XIII Tarakan sebutnya, telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur.

"Kita lakukan C4ISR yaitu Command, Control, Communication, Computer, Intellegence, Surveilance, and Reconnaisance. Kita lakukan hal ini secara terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan peralatan," katanya. 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved