Perompak Masih Eksis di Perbatasan Laut Indonesia, Ini Upaya Danlantamal XIII Tarakan
Situasi perbatasan laut Indonesia dengan negara-negara tetangga yang terlihat aman tidak membuat TNI Angkatan Laut merenggangkan pengamanan.
Perompak Masih Eksis di Perbatasan Laut Indonesia, Ini Upaya Danlantamal XIII Tarakan
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan menyatakan wilayah perairan Indonesia di perbatasan Kalimantan Utara masih cukup aman dari tindak kejahatan perompakan.
Namun hal itu bukan membuat TNI Angkatan Laut merenggangkan pengamanan.
Sebab ancaman perompakan justru masih terjadi di seputar perairan perbatasan Malaysia dan Filipina yang notabene dekat dari teritorial Indonesia.
Kejahatan di Perairan Kaltim! Penyelundupan Narkoba Perompakan sampai Illegal Fishing
Perompak Serang Kapal Batu Bara, Juru Mudi Kapal Luka Parah, Ini Kronologinya
Untuk itu, Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama Judijanto tetap melakukan tindakan-tindakan antisipatif di perbatasan laut tiga negara bertetangga ini.
"Kami sudah memberi warning kepada kapal-kapal yang melalui wilayah itu bahwa pertama, harus waspada perompakan. Karena kapal-kapal yang lewat di wilayah itu adalah kapal-kapal yang melalui wilayah Indonesia juga," kata Laksamana Pertama Judijanto dalam keterangannya, Selasa (18/12/2018).
Danlantamal juga meminta kapal-kapal menghidupkan alat komunikasi, termasuk berkoordinasi dengan semua aparat keamanan yang ada.
"Tetapi saya yakinkan di wilayah kita untuk saat ini tidak ada masalah. Yang bermasalah adalah daerah tetangga kita," ujarnya.
"Kita sudah mengimbau seluruh TKI yang bekerja di sana melengkapi surat-surat dokumen mereka. Kalau bekerja sebagai nelayan, mereka harus tahu dokumen apa saja dan bagaimana menyelamatkan diri," sebutnya.
2 Anak di Bawah Umur Jadi Perompak di Sungai Mahakam
Nelayan Korban Perompakan Mengaku Dipukul Perompak di Laut
Koordinasi secara ketat juga dilaksanakan dengan MCC (Maritime Command Center) yang berbasis di Tarakan, Sandakan, dan Bungau. Dalam dua pekan terakhir, kapal perang milik TNI juga melakukan visit ke Bungau.
"Kita lakukan latihan bersama dengan Malaysia dan Filipina. Kita kirim kapal perang, dengan persenjataan lengkap," ujarnya.
Laksamana Pertama Judijanto menginformasikan, dua pekan yang lalu masih terjadi percobaan penyanderaan oleh kelompok perompak di perairan Malaysia. Namun akhirnya berhasil digagalkan Polisi Sabah, Malaysia.
"Alhamdulillah tidak ada korban. Sempat ada rekan kita terluka dan juga sudah diselamatkan Kepolisian Sabah," ujarnya.
Masih adanya ancaman-ancaman perompakan, diartikan Danlantamal, kelompok perompak masih eksis. Danlantamal XIII Tarakan sebutnya, telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur.
"Kita lakukan C4ISR yaitu Command, Control, Communication, Computer, Intellegence, Surveilance, and Reconnaisance. Kita lakukan hal ini secara terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan peralatan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/parade-kapal-perang.jpg)