PT Energi Unggul Persada Selaku Investor Pabrik CPO di Botang Pastikan Groundbreaking Awal 2019

PT Energi Unggul Persada Selaku Investor Pabrik CPO di Botang Pastikan Groundbreaking Awal 2019

PT Energi Unggul Persada Selaku Investor Pabrik CPO di Botang Pastikan Groundbreaking Awal 2019
TRIBUN KALTIM / ICHWAL SETIAWAN
Senior research & Business Development PT EUP, Apri Gunawan saat menggelar konfrensi pers di Kafe Alkasha, Selasa (18/12). Ia memastikan pembangunan pabrik akan dilakukan pada awal tahun depan. 

PT Energi Unggul Persada Selaku Investor Pabrik CPO di Botang Pastikan Groundbreaking Awal 2019

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Investor pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO), PT Energi Unggul Persada memastikan tahapan pembangunan pabrik atau groundbreaking dimulai awal tahun 2019.
Proyek senilai Rp 3 triliun ini dipastikan mulai memasuki tahapan pengerjaan lantaran seluruh dokumen perizinan telah dikantongi pihak investor.

Senior research & Business Development PT EUP, Apri Gunawan mengatakan izin prinsip dan izin lokasi telah dikantongi sejak 2 tahun lalu. Termasuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin lingkungan lainnya.

Pihaknya pun telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk industri dengan total luasan 284 hektare, namun untuk kepentingan pabrik dibutuhkan 128 hektare. “Ada beberapa kawasan yang masuk kawasan hijau dari total lahan yang kami bebaskan. Tapi kami pastikan 128 hektare itu di luar kawasan hijau, memang peruntukan kawasan industri,” ujar Apri Gunawan saat menggelar jumpa pers di Kafe Alkasha, Selasa (18/12/2018) petang.

Dijelaskan, pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 60 miliar untuk pembebasan lahan di lokasi tersebut. Dia mengakui proses pembebasan lahan ini cukup menyita waktu. Bahkan, ada lokasi jalan masuk harus diubah dari rencana semula. Akibat tidak ada kesepakatan harga dengan pemilik tanah. Namun, sekarang dia memastikan seluruh lahan telah lunas dibayar oleh perusahaan. “Kita butuh waktu dua tahun untuk pembebasan lahan, bahkan jalan masuk harus kami pindahkan ke atas karena harga yang ditawarkan pemilik tidak sesuai,” ujarnya kepada Tribun Kaltim.

Lebih lanjut, terkait persoalan lahan yang akhir-akhir ini mencuat. Dia mengarahkan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui peradilan. Sebab, klaim tuntutan dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan pemilik lahan sedianya telah dipenuhi oleh pihak perusahaan. “Nah kalau ada yang ingin menuntut silakan ke pengadilan, karena kami telah lunasi seluruhnya lahan. Besok kami ada mediasi dengan Polres dan kelompok tani yang mengaku pemilik lahan,” kata Apri.

Garansi Gunakan Pekerja Lokal

PROYEK pembangunan refinery Crude Palm Oil (CPO) diprediksi bakal menyerap 200-300 orang tenaga kerja selama proses pengerjaan. Pihaknya pun memastikan tidak akan menghadirkan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Owner PT Enegi Unggul Persada (EUP) menargetkan pembangunan pabrik akan rampung hingga akhir tahun 2019. “Kami berani garansi seuruh pekerja lokal akan kami prioritaskan terlibat selama pengerjaan. Kita targetkan awal 2020 proyek sudah running,” ujar Senior research & Business Development PT EUP, Apri Gunawan saat menggelar jumpa pers.

Pada tahun pertamanya, pabrik pengolahan CPO berkapasitas 60 ribu Dead Weight Tonnage (DWT) ini bakal memproduksi minyak goreng dan biodiesel. Namun, secara berkelanjutan industri ini akan mengembangkan pabrik jenis turunan dari kelapa sawit. “Nanti seluruh produk turunan dari CPO akan kami bangun pabriknya, dan pastikan tenaga lokal yang kami pakai,” pungkasnya.

Dia menambahkan, pihak perusahaan pun telah memiliki izin lokasi pembangunan Terminal Khusus (Tersus) untuk pelabuhan perusahaan.

Apri mengapresiasi perhatian Pemkot Bontang untuk memuluskan progres pembangunan pabrik ini. Pemkot Bontang dianggap sangat membantu kelancaran pengurusan izin untuk kepentingan industri. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved