Natal dan Tahun Baru

Puncak Arus Mudik Natal Mahakam Ulu Diprediksi 22 Desember 

Peningkatan penumpang yang menggunakan speedboat reguler di Dermaga Kampung Ujoh Bilang dan Dermaga Kampung Long Bagun bakal naik dua kali lipat.

Puncak Arus Mudik Natal Mahakam Ulu Diprediksi 22 Desember 
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Keberadaan transportasi umum speedboat reguler jurusan Ujoh Bilang Mahakam Ulu-Tering Kutai Barat di daerah Dermaga Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (15/12/2018) siang. 

“Masih banyak yang rumahnya di Kutai Barat, kan di Ujoh Bilang paling hanya tempat bekerjanya saja. Pedagang-pedagang juga banyak yang datang dari luar daerah seperti Jawa sama Samarinda, Tenggarong dan Balikpapan,” tuturnya.  

Penggunaan transportasi umum selama ini di Mahakam Ulu masih mengandalkan jalur air, untuk yang dari darat belum ada sebab belum tersedia infrastruktur jalan yang baik.

Speedboat reguler masih menjadi andalan tranportasi utama yang resmi. 

“Musim libur Natal sampai Tahun Baru tidak ada kenaikan. Tarif speedboat masih sama harga normal, tidak ada dinaikan harganya,” kata Sudarno. 

Artis FNJ Lenyap Bagai Ditelan Bumi, Vanessa Angel Sebut Keberadaannya

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu (19/12 21018): Sagitarius Punya Peran Penting, Aquarius Ada Pesta Kecil

Karena itu tegas dia, armada speedboat yang melayani perjalanan dari Dermaga Ujoh Bilang dan Long Bagun merupakan resmi.

Kesiapan aramada bisa dikatakan sangat siap, dari sisi keselamatan pihak armada telah melengkapi jaket pelampung sebagai prasyarat pelayaran bagi penumpang. 

“Pihak armada sudah siapkan tapi kadang penumpangnya yang tidak mau sadar memakai. Kecuali yang perjalanan ke hulu biasanya penumpangnya sadar sendiri langsung pakai jaket pelampung karena harus melewati jeram,” ujar pria yang berasal dari Kota Samarinda ini.      

Sejauh ini, terkait cuaca yang terus hujan dengan intensitas tinggi, diharapkan kepada semua armada speedboat tetap berhati-hati.

Tidak boleh mengangkut penumpang dengan kapasitas melebihi, maksimal 20 penumpang. 

“Yang mudik ke hulu harus berhati-hati, kalau lagi sungainya pasang banjir besar jangan memaksakan. Biasanya armada sudah tahu, tidak memaksakan diri. Tiap motoris speedboat sudah tahu informasinya bisa dilewati apa belum? Infonya dari rekannya yang ada dekat di lokasi riam,” tutur Sudarno. 

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved