Sekda Berau Mengaku Pernah Diancam Saat Hendak Menyerahkan Bantuan

Pemkab Berau kembali menggelar pelatihan manajemen pemerintah kampung, di Ruang Sangalaki, Sekretariat Pemkab Berau, Rabu (19/12/2018).

Sekda Berau Mengaku Pernah Diancam Saat Hendak Menyerahkan Bantuan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Gazali menyerahkan dana transfer Alokasi Dana Kampung ke masing-masing kecamatan untuk diserahkan kembali ke aparatur kampung. 

Sekda Berau Mengaku Pernah Diancam Saat Hendak Menyerahkan Bantuan

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali menggelar pelatihan manajemen pemerintah kampung, di Ruang Sangalaki, Sekretariat Pemkab Berau, Rabu (19/12/2018).

Peningkatan kapasitas ini difokuskan pada pengelolaan Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Gazali, yang membuka kegiatan ini mengatakan, pemerintah mengalokasikan ADD dan ADK maupun sumber pendananaan lain seperti Dana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lain-lain, yang tujuannya sama, yakni meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

Habib Bahar bin Smith Resmi Ditahan, Fadli Zon Unggah Cuitan soal Kriminalisasi Ulama

Pernah Berkostum Pangeran Biru, Nama Eks Pemain Persib Bandung Ini Dipertimbangkan Jadi Pelatih

 

Sehingga dengan program-program bantuan ini, diharapkan masyarakat bisa mandiri.

Namun Muhammad Gazali menilai, selama ini terjadi tumoang tindih program, sehingga menjadi tidak tepat sasaran dan kurang efektif.

"Program bantuan apapun, harus diverifikasi supaya tepat sasaran, dilaporkan nama-nama penerimanya, barangkali ada bantuan dari ADK, dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial. Supaya apa yang kita berikan ada manfaatnya," tegasnya.

Muhammad Gazali pun menceritakan berbagai temuan maupun pengalamannya selama dirinya menjadi pejabat di lingkungan Pemkab Berau.

Pernikahan Pria Muntilan dan Bule Cantik Asal Inggris Viral, Begini Cerita Ibu Nur Khamid

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu (19/12 21018): Sagitarius Punya Peran Penting, Aquarius Ada Pesta Kecil

 

"Pengalaman saya, kalau bantuan raskin (beras miskin), tiba-tiba langsung panjang daftarnya. Ini akan memberikan rasa tidak nyaman, pertama rasa malu, kedua makan hak orang miskin," imbuhnya.

Bahkan selama menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan, dirinya mengaku pernah diancam oleh warga.

"Sewaktu di Dinas Peternakan, membagikan sapi untuk warga tidak mampu, yang punya mobil pun datang minta dan mengancam akan menombak sapi kalau tidak dibagikan merata. Rata itu bagi yang tidak mampu, bukan semua (termasuk orang kaya) dapat (bantuan)," tegasnya. Pengalaman-pengalaman ini, kata Muhammad Gazali harus menjadi pengalaman bagi aparatur kampung sebagai pemegang amanah, menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.

Baru Gelar Resepsi Pernikahan 2 Hari Lalu dengan Opick, Bebi Silvana Bicara Soal Poligami

Sasar Pejabat Kemenpora dan KONI, Berikut 3 Fakta yang Terungkap dalam OTT KPK

Terlebih lagi, pemerintah telah menganggarkan dana ratusan miliar, dan setiap kampung di Kabupaten Berau menerima paling sedikit Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

ADK dan ADD itu diharapkan dapat digunakan untuk membangun infrastruktur kampung, membuka lapangan kerja dan usaha serta meningkatkan kesejahteraan warga kampung. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved