Temukan Dokumen Berisi Larangan Gugat Boeing, Pengacara Keluarga Korban Lion Air Angkat Bicara

Tim Kabateck baru-baru ini memperoleh dokumen yang harus ditandatangani oleh ahli waris untuk melepaskan gugatan kepada Boeing.

Temukan Dokumen Berisi Larangan Gugat Boeing, Pengacara Keluarga Korban Lion Air Angkat Bicara
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mardiana boru Harahap (kanan) istri Capt Muas Efendi Nasution menangis saat jenazah tiba di rumah duka, di Jalan Marelan, Kompleks Griya Bestari Permai, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (10/11/2018). Capt Muas Efendi Nasution merupakan salah satu penumpang pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, yang telah teridentifikasi. 

Temukan Dokumen Berisi Larangan Gugat Boeing, Pengacara Keluarga Korban Lion Air Angkat Bicara

TRIBUNKALTIM.CO - Tim pengacara korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 rute Jakarta – Pangkalpinang yang dipimpin Kabateck LLP menegaskan bahwa para korban harus tetap mendapatkan hak asuransi Rp 1,25 miliar sesuai aturan yang berlaku di Indonesia, meskipun mereka menggugat The Boeing Company, produsen pesawat terbang Boeing 737 Max 8 di Amerika Serikat.

Tim Kabateck baru-baru ini memperoleh dokumen yang harus ditandatangani oleh ahli waris untuk melepaskan dan tidak melakukan gugatan kepada Boeing dan pihak-pihak terkait jika ingin mendapatkan dana asuransi tersebut.

“Jika dokumen pelepasan ahli waris tersebut adalah benar dan asli, kami yakin bahwa terdapat upaya yang tidak pantas dan ilegal untuk memaksa keluarga korban Lion Air JT 610 menyerahkan haknya. Kami selalu percaya bahwa Boeing bertanggungjawab atas tragedi ini dan harus memikul tanggungjawab tersebut,” kata Brian S. Kabateck, pendiri Kabateck LLP, Selasa (18/12/2018).

 

Tak Mau Campuri Kisruh Lion Air Vs Boeing, Menhub Hanya Minta Jangan Gegabah

Lion Air Bakal Kurangi Jatah Bagasi Penumpang Jadi 10 Kg, Bagaimana Ketentuan Bagasi Maskapai Lain?

Kabateck selama ini dikenal sebagai advokat terkemuka di Amerika Serikat dan sering memberikan analisis kritis di berbagai media internasional.

Para advokat yang mewakili para keluarga korban tragedi Lion Air menggugat Boeing atas kelalaian yang mengakibatkan kematian (wrongful death).

Gugatan ini diajukan di Cook County, negara bagian Illinois, Amerika Serikat lokasi kantor pusat produsen pesawat terbang tersebut.

Gugatan diajukan setelah 189 orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan yang membuat pesawat terjun bebas akibat kesalahan sistem anti-stall dan maneuvering characteristics augmentation system (MCAS), serta kelemahan petunjuk penerbangan dan prosedur operasional Boeing.

Saat ini, Pesawat Boeing 737 MAX 8, generasi terbaru dari jajaran pesawat seri 737 buatan Boeing tengah diperiksa.

Di Amerika Serikat, kolaborasi tim hukum para penggugat terdiri Brian S. Kabateck, Christopher Noyes, Shant Karnikian dan Brian Hong dari Kabateck LLP dengan kantor advokat asal Amerika lainnya, yaitu Steven Hart dan John Marrese dari firma asal Chicago, Hart, McLaughlin & Eldridge serta Sanjiv Singh dari firma hukum asal San Mateo, CA, SNS PLC.

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved