Jadi Temuan BPK, Plt Kadiskes KB Bontang Akui Sejumlah Surat Izin Praktik Dokter Kedaluwarsa

Kesibukan mengurus pekerjaan ditenggarai menjadi alasan bagi dokter luput mengurus SIP-mereka.

Jadi Temuan BPK, Plt Kadiskes KB Bontang Akui Sejumlah Surat Izin Praktik Dokter Kedaluwarsa
TRIBUNKALTIM/IKHWAL SETIAWAN
KONDISI PUSKESMAS BONTANG UTARA - BPK memberikan catatan untuk Bontang di bidang kesehatan karena dianggap sarana dan prasarana Puskesmas kurang memadai. 

Jadi Temuan BPK, Plt Kadiskes KB Bontang Akui Sejumlah Surat Izin Praktik Dokter Kedaluwarsa

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Ikhwal Setiawan

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes KB) Kota Bontang akan segera menindaklanjuti 3 poin temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim, baru-baru ini.T

Temuan BPK tersebut antara lain terkait sarana dan prasarana di Puskesmas Bontang dinilai masih kurang memadai, dan jumlah tenaga medis di Puskesmas serta Surat Izin Praktik dokter yang telah kedaluwarsa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes KB Kota Bontang Bahauddin mengatakan bahwa penilaian BPK untuk layanan di Puskesmas mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75/2014 Tentang Puskesmas.

 

Poltekba Beri Pelatihan Khusus TOEFL untuk Siswa SMKN 4 Balikpapan, Ini Tujuannya

BPK Kaltim Puji Kinerja Pengelolaan Pendidikan di Balikpapan, Bontang dan Kukar Diberi Catatan

Kondisinya saat ini, kata dia, ada beberapa fasilitas puskesmas di Bontang yang telah berdiri sebelum aturan tersebut keluar.

“Nah itu kan mengacu ke Permenkes 75/2014, kami masih berproses menyesuaikan dengan aturan itu,” ujar Bahauddin kepada tribunkaltim.co, saat dikonfirmasi, Kamis (20/12/2018).

Menurut dia, penyesuaian dengan aturan tersebut tidak mudah dan butuh waktu. 

Bahaudin juga tak menampik bahwa jumlah tenaga dokter di Puskesmas masih kurang. Kata Bahauddin, moratorium penerimaan CPNS berdampak terhadap layanan Puskesmas di Bontang.

Pasalnya, peningkatan jumlah pasien di puskesmas tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah tenaga medis.

“Nah kalau itu kan memang karena terbentur kebijakan dari pusat, moratorium kemarin itu kami tidak bisa menambah dokter. Tapi kalau sekarang kita bisa penuhi beberapa orang,” ujar dia.

Tingkatkan Sinergitas dan Dorong Pembangunan Desa, BPK Kaltim Gelar Media Workshop

Berhasil Raih IRSA, Pemkot Balikpapan Dapat 1 Unit Bus Sekolah dari Kementerian Perhubungan

Sedangkan terkait temuan BPK yang menyebutkan bahwa sejumlah sertifikat dokter telah kedaluawarsa, juga dibenarkan oleh Bahauddin. Namun, kata dia, jumlah dokter yang masa Surat Izin Praktik (SIP) kedaluwarsa berjumlah 2 orang saja.

Menurut Bahauddin, para petugas medis sibuk dengan urusan pekerjaan dan tugas akademiknya. Hal itu ditenggarai menjadi alasan bagi dokter luput mengurus SIP-mereka.

Pun demikian, dirinya memastikan keduanya telah mengurus perpanjangan SIP. Masih ada toleransi 6 bulan untuk mengurus surat izin itu.

“Jumlahnya sekitar 1-2 saja, itu pun lagi diurus oleh dokter bersangkutan. Kalau dalam 6 bulan ini tidak mengurus yah kami cabut,” ujar dia.

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved