Bahar bin Smith Ditahan Polda Jabar

Cerita Tetangga soal Korban yang Dianiaya Habib Bahar bin Smith, Sempat Dikira Kecelakaan

Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Habib Bahar bin Smith masih bergulir di Polda Jabar.

Cerita Tetangga soal Korban yang Dianiaya Habib Bahar bin Smith, Sempat Dikira Kecelakaan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018). 

Helmawati mengatakan, Imam mengatakan pada tetangga bahwa CAJ mengalami luka akibat kecelakaan.

"Kita taunya kecelakaan," kata Helmawati.

• Sampah Negara Tetangga Kotori Laut Berau

Kondisi rumah korban penganiayaan Habib Bahar bin Smith di RT1/3 Desa Tapos Antay, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor
Kondisi rumah korban penganiayaan Habib Bahar bin Smith di RT1/3 Desa Tapos Antay, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor (TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu)

CAJ menjadi perbincangan tetangga karena video pengainayaan Habib Bahar bin Smith beredar di media sosial.

"Setelah ramai di Facebook, baru kita tahu," tambahnya.

4. Keluarga Tinggalkan Rumah

Sejak dua minggu lalu, CAJ dan keluarga meninggalkan rumahnya.

"Dari seminggu yang lalu mereka (orangtua CAJ) jarang sekali ada di rumah. Orangnya juga agak tertutup ya, jadi enggak tau kemana, apakah ke rumah saudaranya di Jakarta atau kemana, Kita tau rumahnya kosong karena pintu rumahnya selalu tertutup, jendela ditutup gorden, dan lampu depan selalu menyala" kata Helmawati kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (20/12/2018).

Imam, ayah CAJ, dikenal tak pandai bersosialisasi dengan tetangga.

Helmawati bahkan berujar keluarga CAJ terbilang tertutup.

Ketika awal-awal pindah rumah, menurut Helmawati, CAJ sendiri sering mengikuti pengajian.

Namun sejak masuk pesantren, CAJ sudah tak lagi aktif dalam pengajian tetangga.

"Kalau Pak Imam memang tertutup, tidak pernah berinteraksi juga. Sekarang saja sudah jarang ke rumah," katanya.

• Anggota Polda Kaltim jadi Peserta Terbaik PAG Gelombang II 2018 Lemdiklat Polri

• Hari Ibu, Emak-emak Tetap Saja Antre Elpiji, Staf Pemkab Peragaan Busana

5. Kronologi Penganiayaan

Kapolda Jabar, Irjen Pol Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan selain Habib Bahar bin Smith, pihaknya juga telah menetapkan lima orang lainnya yakni AG, BA, HA, HDI, dan SG sebagai tersangka.

Dalam tayangan di Metro Pagi Prime Time di Metro TV yang diunggah ulang di akun YouTube, Irjen Pol Irjen Agung Budi Maryoto menjelaskan kronologi penganiayaan korban yakni MZ (17) dan CAJ (18) yang dilakukan Habib Bahar bin Smith.

"Kedua orang tersebut (korban) telah dilakukan tindakan penjemputan secara paksa di rumah yang bersangkutan. Kemudian dibawa ke suatu tempat. Kemudian sampai disana dilakukan penganiayaan," katanya.

Lanjutnya, selain penganiayaan, kedua korban disuruh berkelahi lalu kembali dianiaya sampai tengah malam.

Mengetahui hal tersebut, kedua orangtua korban tak terima hingga akhirnya melapor ke Polres Bogor.

"Dari kasus ini kita sudah menetapkan 5 tersangka. Dua orang berinisial AG dan BA, sudah ditahan di Polres Bogor. Kemudaian tersangka BS (Habib Bahar bin Smith) sudah dilakukan penahanan di Polda Jabar," terangnya.

Sementara, Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Bagus menjelaskan lebih rinci terkait kronologi penganiayaan.

Awalnya, kedua korban dijemput dari rumahnya pada tanggal 1 Desember 2019 sekitar pukul 10.30 WIB oleh beberapa orang yang sudah ditetapkan tersangka atas perintah Habib Bahar bin Smith.

Mereka menjemput korban menggunakan dua mobil.

"Pada saat dijemput, orangtua korban berinisial IS menghalang-halangi supaya anaknya jangan smpai dibawa. Sehingga orang-orang itu menelepon BS, dan perintah BS diangkut sekalian dengan orangtuanya. jadi orangtuanya mengikuti sampai ke ponpes," ucapnya.

Setelah tiba di pondok pesantren, kedua korban diduga mengalami penganiayaan.

Hal itu terlihat dari foto-foto yang ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Polda Jabar.

"Pukul 15.00 WIB, korban dibawa keluar ke belakang pondok kemudian BS bilang katanya melatih (silat), tetapi kita lihat di sini ada gerakan yang langsung kepada korban," kata Kombes Pol Bagus. (*)



Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Fakta Korban yang Dianiaya Bahar bin Smith, Dikira Kecelakaan Hingga Berubah Usai Masuk Pesantren, http://bogor.tribunnews.com/2018/12/20/fakta-korban-yang-dianiaya-bahar-bin-smith-dikira-kecelakaan-hingga-berubah-usai-masuk-pesantren?page=all.
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved