Ini Tarif Gunakan MRI Canggih di RSUD Kanujoso Djatiwibowo
Pasien yang gunakan alat MRI keluhannya bermacam-macam, yang paling umum keluhan nyeri kaki dan tangan, kepala pusing, dan lutut.
Ini Tarif Gunakan MRI Canggih di RSUD Kanujoso Djatiwibowo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) RSUD Kanujoso Djatiwibowo diresmikan pengoperasiannya pada Jumat (21/12/2018).
Kendati demikian, alat ini telah ada di RSUD Kanujoso Djatiwibowo sejak tanggal 1 Oktober lalu.
Menurut penuturan Operator MRI RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Saiful Sugestianto., sejak dibuka jumlah pasien yang telah berkunjung sudah mencapai angka 100 orang.
Baca: RSUD Kanujoso Djatiwibowo Punya Gedung Khusus dan MRI Teranyar, Ini Kata Gubernur Kaltim
Baca: RSUD Kanujoso Djatiwibowo Miliki Alat MRI Tercanggih di Balikpapan, Ini Kemampuannya
"Pasien yang datang keluhannya bermacam-macam. Ada yang hasil rujukan dari poli saraf, ortopedi, serta bedah. Yang paling umum adalah keluhan nyeri kaki dan tangan, kepala yang terlalu sering pusing, dan juga keluhan pada lutut," katanya, Jumat (21/12).
Sebelum dibuka, Saiful bersama operator lainnya telah melakukan training untuk mengoperasikan alat terlebih dahulu.
"Kita training dulu penggunaan mesinnya, baru kita operasikan. Di sini sementara ada empat operator yang bertugas untuk melayani pasien," ujarnya.
"Kami trainingnya tidak terlalu lama, karena kalau saya sendiri sudah ada basic dari alat yang sebelumnya."
Dia menjelaskan dalam training pengoperasian alat sendiri harus melalui tiga tahap, tetapi untuk sementara pihaknya baru melalui training dasar. Ke depannya akan diadakan training lanjutan untuk kembali meningkatkan kemampuan operator dalam menangani teknologi ini.
Untuk biaya pemeriksaan, menurut Saiful, rumah sakit harus mengacu pada Pergub untuk pemeriksaan MRI, yang berjumlah sekitar Rp 2,7 juta bagi umum. "Tapi kalau untuk peserta BPJS, semua pemeriksaan akan ditanggung oleh BPJS, jadi gratis," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, teknologi MRI terbaru ini merupakan keluaran Belanda, yang berada di bawah merk Philips. Dengan angka 1,5 tesla, alat ini merupakan alat MRI dengan tesla tertinggi yang ada di Balikpapan.
Teknologi ini masuk dalam kategori sangat canggih yang bisa membantu para dokter, dan banyak pasien yang telah tertolong dengan alat ini.
Karena bisa mendeteksi sampai sekecil-kecilnya jaringan-jaringan yang ada di bagian tubuh. Bila ada sumbatan dari pembuluh darah otak atau penyumbatan, misalnya, bisa dengan cepat dideteksi.
Jika teknologi sebelumnya dengan angka 0,3 tesla terbatas hanya untuk pemeriksaan tukang belakang, tulang kaki dan tangan, serta otak atau kepala. Sedangkan untuk pengambilan gambar bagian perut atau abdomen itu tidak bisa dilakukan.
Hal ini karena untuk menghasilkan gambar yang baik, pasien harus menahan napas selama limabelas detik, sedangkan untuk pengambilan gambar dibutuhkan proses yang lama.
"Nah, dengan mesin yang baru ini lebih cepat. Sehingga jika ingin mengambil gambar yang pasiennya perlu menahan napas, bisa dilakukan di sini. Dan untuk pemeriksaan ca mamae untuk wanita, misalnya, juga bisa dilakukan," tukasnya. (m08)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/01peresmian-gedung-mri-dan-alat-mri-rskd_08_rachmad-sujonojpg.jpg)