Sejarah Hari Ibu di Indonesia, Berawal dari Sistem Pergundikan sampai Lakukan Kongres Perempuan

Dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada 22 Desember 1982, awal mula bersatunya para perempuan di Indonesia adalah Kongres Perempuan I

Sejarah Hari Ibu di Indonesia, Berawal dari Sistem Pergundikan sampai Lakukan Kongres Perempuan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah siswa dan siswi berpelukan bersama ibunya hingga meneteskan air mata dalam acara Kreasi Barudak Bahtera (Kirab) bertajuk "I Love You, Mom" di Taman Musik Centrum, Jalan Belitung, Kota Bandung, Selasa (22/12/2015). Acara dalam rangka memperingati Hari Ibu yang diselenggarakan SMP Bahtera ini diisi dengan kegiatan pentas musik, teater, vokal grup angklung dan art drawing. 

Sejarah Hari Ibu di Indonesia, Berawal dari Sistem Pergundikan sampai Lakukan Kongres Perempuan

TRIBUNKALTIM.CO - Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan.

Melalui perempuan, sosok pemimpin bangsa dilahirkan. Selain itu, perempuan juga ikut berjuang dalam upaya meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Pada era penjajahan, perempuan Indonesia memang tak mendapatkan haknya dengan baik.

Mereka ditindas oleh penjajah, mendapat perlakuan yang tak manusiawi, juga mendapatkan siksaan.

Sistem pergundikan yang terjadi pada masa penjajahan Belanda membuat harkat dan martabat perempuan Indonesia tak dihargai. Banyak juga yang dijadikan pemuas nafsu untuk tentara penjajah.

Baca: Kumpulan Ucapan Hari Ibu Dalam Bahasa Inggris, Pas Banget untuk Update Status

Memasuki era 1910-an, berbagai organisasi pergerakan di Indonesia mulai bermunculan.

Mereka mulai menyadari akan perlunya berjuang untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan.

Saat itu, kaum perempuan juga mulai memberanikan diri untuk berkumpul, menyatakan pendapat, dan berorganisasi.

Perempuan mulai menyadari pentingnya persatuan.

Perasaan senasib dan sepenanggungan menjadi landasan mereka untuk berjuang mencapai tujuan bersama.

Baca: Hari Ibu 22 Desember 2018, Terungkap Harapan Seorang Ibu kepada Anaknya, Lihat Hasil Surveinya

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved