Sering Disangka Sama, Ini 5 Perbedaan Mendasar Santa Claus dan Sinterklas

Karakter pria berkostum merah dengan jenggot putih panjangnya membawa sekarung hadiah sering muncul baik di berbagai pusat perbelanjaan maupun TV.

Sering Disangka Sama, Ini 5 Perbedaan Mendasar Santa Claus dan Sinterklas
Koresponden Tribunnews.com Richard Susilo
Siapakah Sosok Santa Claus atau Sinterklas yang Sebenarnya? Simak Sejarahnya 

Sering Disangka Sama, Ini 5 Perbedaan Mendasar Santa Claus dan Sinterklas

TRIBUNKALTIM.CO - Saat menjelang perayaan Natal, ada satu karakter yang tak pernah hilang dan selalu ditunggu oleh para anak-anak.

Karakter pria berkostum merah, lengkap dengan jenggot putih panjangnya membawa sekarung hadiah sering muncul baik di berbagai pusat perbelanjaan maupun televisi.

Karakter ini adalah Santa Claus dan Sinterklas.

Namun ternyata, walapun terlihat mirip, sebenarnya baik Santa Claus maupun Sinterklas adalah dua karakter yang berbeda.

Santa Claus adalah tokoh ikonik dalam perayaan natal di berbagai negara di Asia, Australia dan Amerika Serikat, sedangkan Belanda ada karakter yang mirip bernama Sinterklas.

Rodenberg dan Wagenaar dalam Essentializing ‘Black Pete’: competing narratives surrounding the Sinterklaas tradition in the Netherlands yang dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Heritage Studies, menyebutkan bahwa Sinterklas terilhami dari Saint Nicolas, seorang uskup asal Myra yang hidup sekitar abad ke-3 Masehi.

Berikut 5 Perbedaan antara Santa Claus dan Sinterklas

1. Cerita Asal-Usul

Konon katanya, Santa Claus adalah seorang pria yang dermawan dan tinggal bersama dengan istri dan rusa peliharaannya di Kutub Utara.

Santa Claus sendiri sebenarnya terinspirasi dari Sinterclas yang populer di kalangan Imigran Belanda di Amerika Serikat.

Sedangkan Sinterklas diilhami olehseorang uskup asal Myra bernama St Nicolas yang hidup sekitar abad ke 3 Masehi.

Oleh karena itu, pakaian yang biasa dikenakan oleh Sinterklas yang sudah sada sejak tahun 343 Masehi tersebut mirip dengan baju uskup Katolik.

2. Kendaraan yang Digunakan

Santa Claus dikenal mengendarai kereta salju yang ditarik oleh sembilan rusa kutub, sedangkan Sinterklas datang mengendarai perahu untuk menyusuri sungai-sungai lalu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kuda berwarna putih keabu-abuan.

Konon katanya, Sinterklas menyusuri Sungai Amstel dengan mengikuti rute melalui kota yang melewati Nieuwe Amstelbrug, Torontobrug, Hoge Sluis by Royal Theatre Carré dan Magere Brug.

Rute itu pula yang digunakan saat pawai Arrival of Saint Nicholas.

Nantinya parade akan berakhir di Scheepvaartmuseum.

 
3. Waktu Kedatangan

Menurut cerita, Sinterklas datang dan membagikan kado natal pada 5 Desember, sehingga penduduk di Belanda menyebut 5 Desember sebagai Pakjesavond, yakni pawai yang bertajuk Arrival of Saint Nicholas

Pada saat itu Sinterklas datang bersama pembantunya Zwarte Piet membagikan kue dan permen untuk anak-anak yang datang di pawai tersebut.

Sedangkan Santa Claus datang dan membawakan kado tepat pada malam natal, yakni pada 24 Desember.

Santa Clause akan datang secara diam-diam pada tengah malam, lalu melemparkan kado lewat cerobong asap rumah.


4. Latar Belakang Memberikan Kado

Saint Nicolas yang mengilhami dari Sinterklas adalah orang yang dikenal baik, dermawan dan sayang kepada anak-anak.

Festival Arrival of Saint adalah perayaan ulang tahun dari Saint Nicolas bukan perayaan natal, sehingga memberikan kado ketika Festival Arrival of Saint pada setiap 5 Desember itu tidak berhubungan dengan Natal.

Anak-anak di Belanda selain merayakan Festival Arrival of Saint, mereka juga tetap merayakan natal bersama Santa Claus karena sudah menjadi bagian dalam tradisi Natal mereka.


5. Cara Memberikan Hadiah dan Menghukum Anak Nakal

Sinterklas mempunyai catatan kelakuan anak-anak yang baik dan tidak baik dalam bukunya yang besar, sehingga anak-anak yang baik akan mendapatkan hadiah.

Sedangkan untuk anak-anak yang nakal tidak akan mendapatkan apa-apa, dan mereka akan dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa ke Spanyol.

Sedangkan Santa Claus akan menaruh kado di bawah pohon natal untuk anak-anak yang baik, sedangkan bagi anak yang nakal tidak hanya tidak diberikan hadiah, namun juga akan dicoret wajahnya dengan arang.

 
Sosok Sinterklas di Indonesia

Di Indonesia sendiri, penyebutan Sinterklas lebih sering dipakai dari pada Santa Claus karena selain mudah pengucapannya, nama Sinterklas juga merupakan salah satu warisan Belanda dulu.

Pada masa Hindia Belanda, orang-orang Belanda di Indonesia kerap merayakan Hari Sinterklas setiap 5 Desember.

Bahkan, Sinterklas yang datang ke Batavia disambut pejabat setempat dan lantas diarak keliling kota agar masyarakat melihatnya.

Tradisi itu bertahan sampai tahun 1957 sebelum Presiden Soekarno melarangnya akibat hubungan RI-Belanda yang memanas karena isu Irian Barat.

Kebijakan tersebut lantas dikenal dengan sebutan "Sinterklas Hitam".



(Tribun Travel/GigihPrayitno)
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved