Natal 2018

Gunakan Nuansa Ambon dan Manado, Gereja Santo Lukas Gelar Dua Kali Misa Malam Natal

Jelang Misa Natal di Geraja Katolik Santo Lukas, pengurus gereja terus melakukan persiapan.

Gunakan Nuansa Ambon dan Manado, Gereja Santo Lukas Gelar Dua Kali Misa Malam Natal
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Persiapan di Gereja Katolik Santo Lukas, jalan A Yani, Samarinda, Kaltim jelang misa malam natal, Senin (24/12/2018). 

Gunakan Nuansa Ambon dan Manado, Gereja Santo Lukas Gelar Dua Kali Misa Malam Natal

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jelang Misa Natal di Geraja Katolik Santo Lukas, pengurus gereja terus melakukan persiapan.

Dari pantauan TRIBUNKALTIM.CO di gereja yang terletak di jalan A Yani itu, sejumlah pengurus gereja tampak masih sibuk mempersiapkan semua kelangkapan untuk pelaksanaan Misa malam Natal, pada pukul 17.00 Wita dan 21.00 Wita, Senin (24/12/2018).

Tahun ini, nuansa Ambon dan Manado bakal disajikan oleh pengurus gereja, setelah tahun lalu nuansa Toraja yang digunakan pada pakaian petugas, serta dekorasi ruangan.

Aa Jimmy dan Istri Ditemukan Meninggal Dunia, Pasha Ungu, Arie Untung, dan Netizen Kirim Doa

Sedang Liburan Tiba-tiba Terjadi Tsunami, Jangan Panik, Ini yang Harus Anda Lakukan

 

Pastor Paroki Petrus Prillion Ibardabouth Binseng menjelaskan, Misa malam Natal pada Senin (24/12/2018) hari ini dilaksanakan dua kali, sedangkan pada Selasa (25/12/2018) pagi besok akan dilaksanakan satu kali Misa Natal, yang dimulai pukul 08.30 Wita.

Pada Misa Natal tahun ini, pihaknya mempersiapkan 6.000-7.000 tempat duduk, yang terdiri dari dalam Gereja, halaman gereja, dan ruangan sekitar gereja.

"Untuk tahun ini nuansa adat dari Ambon dan Manado, tiap tahun kita ganti-ganti nuansa budaya daerah," jelasnya, Senin (24/12/2018).

Bani Seventeen jadi Korban Tsunami Banten, Sang Ayah Kenang Anaknya yang Sempat Umrahkan Ibunda

UPDATE Jumlah Korban Tsunami Banten dan Lampung: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka, dan 57 Hilang

 

Pada misa malam natal pertama, dirinya sendiri yang akan memimpin, sedangkan pada misa malam natal kedua dipimpin oleh Mgr Yustinus Harjosusanto MSF.

Pihaknya menilai, dengan semangat natal Yesus Kristus, dapat menjadikan diri kita sebagai orang yang bijaksana. Mampu mencitai alam dan isinya, termasuk manusia itu sendiri.

"Artinya kita bisa jadi orang bijaksana, mencintai alam, dan isinya, ya alam dan manusianya. Yang tidak mau mencitai alam dan manusia, berarti tidak dapat hikmat dari Allah. Bijaksana kepada alam dan manusia, berarti mampu menghargai keduanya," urainya.

Dibawa Pengasuh, Anak Bungsu Aa Jimmy yang Berusia 2 Bulan Selamat dari Tsunami Banten

Sedih Peristiwa Tsunami di Selat Sunda, Gitaris Queen Brian May Kirim Doa untuk Band Seventeen

"Sama halnya jelang Pilpres dan Pileg tahun depan, kalau semua orang menonjolkan perbedaan, dari mana hikmatnya, sedangkan Allah pandang kita sama," tambahnya.

Terakhir, dirinya meminta maaf kepada pengguna jalan, maupun yang berada disekitar Gereja Santo Lukas, jika terganggu dengan aktivitas di gereja.

"Mohon maaf kalau nantinya terkena macet atau terganggu. Saya harap kita semua bisa menghargai satu sama lain antar umat bergama," tutupnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved