Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tak Setinggi Tahun Sebelumnya

Pertumbuhan ekonomi 2018 Kaltim, diperkirakan tak setinggi tahun sebelumnya.

Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tak Setinggi Tahun Sebelumnya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi - Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tak Setinggi Tahun Sebelumnya 

Penyebabnya, terjafu penurunan pasokan bagi industri pengolahan migas, akibat natural declining (penurunan produksi akibat sumur tua secara alami), di salah satu blok migas terbesar Kaltim.

Kampanye negatif Eropa terhadap minyak sawit (crude palm oil), juga turut berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi Bumi Etam (sebutan Kaltim).

Diketahui, perkebunan, khususnya kepala sawit digadang menjadi salah satu sektor ekonomi andalan Kaltim, di masa datang.

"Di sisi nonmigas, hambatan bersumber dari kampanye negatif Crude Palm Oil di kawasan Eropa," kata Nur.

Sementara itu, ada pula beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim, tetap tumbuh positif pada 2018 ini. Salah satunya, tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.

Dibawa Pengasuh, Anak Bungsu Aa Jimmy yang Berusia 2 Bulan Selamat dari Tsunami Banten

Sedih Peristiwa Tsunami di Selat Sunda, Gitaris Queen Brian May Kirim Doa untuk Band Seventeen

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltim tercatat 6,60 persen. Sementara tingkat kemiskinan berada pada level 6,03 persen. Capaian ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," urai Nur.

Kinerja fiskal pemerintah daerah Kaltim juga mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Sehingga mendukung pengembangan ekonomi Kaltim di tahun 2018.

"Di sisi stabilitas sistem keuangan, kinerja positif tercermin dari tren penyaluran kredit yang terus mengalami peningkatan disertai dengan tingkat risiko kredit yang menurun di tahun 2018. Sejalan dengan itu, transaksi sistem pembayaran Kaltim baik tunai maupun nontunai juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," jelasnya.

Kinerja positif ekonomi Kaltim terutama ditopang oleh peningkatan pertumbuhan sektor ekonomi pendukung, atau tersier.

Percepatan penyelesaian proyek infrastruktur Kaltim juga tidak hanya mendorong kinerja sektor konstruksi, namun juga mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2018.

"Lebih lanjut, kondisi ekonomi Kaltim yang semakin kondusif juga tercermin dari kinerja sektor perdagangan dan sektor tersier lainnya, seperti transportasi, akomodasi dan makan minum," tuturnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved