154 Orang Dinyatakan Hilang di Musibah Tsunami Banten dan Lampung, Diduga Banyak Hanyut ke Laut

Jumlah itu mengacu pada data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (25/12/2018).

154 Orang Dinyatakan Hilang di Musibah Tsunami Banten dan Lampung, Diduga Banyak Hanyut ke Laut
KOMPAS.COM/RAKHMAT NUR HAKIM
Pantauan udara dari pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air yang menunjukan pemukiman di wilayah pesisir Banten porak poranda akibat terjangan tsunami. Sebagian perahu warga merangsek ke daratan lantaran terdorong gelombang tsunami. 

154 Orang Dinyatakan Hilang di Musibah Tsunami Banten dan Lampung, Diduga Banyak Hanyut ke Laut

TRIBUNKALTIM.CO - Jumlah orang hilang dan belum ditemukan ikut dirilis beberapa hari setelah tsunami Banten dan Lampung yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018). 

Diinformasikan, sebanyak 154 orang masih dinyatakan hilang akibat tsunami yang terjadi di Selat Sunda tersebut.

Jumlah itu mengacu pada data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (25/12/2018).

Update Terbaru Korban Tsunami Banten dan Lampung: 429 Orang Meninggal, 1.485 Luka, dan 154 Hilang

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, korban hilang diduga banyak yang hanyut ke laut.

"Diduga korban banyak juga yang hanyut ke laut," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

Menurut Sutopo, TNI Angkatan Laut telah mengerahkan kapal-kapal mereka untuk menyusur sepanjang pantai dalam rangka pencarian korban.

Selain itu, helikopter juga diterjunkan untuk tujuan yang sama. Tak hanya di laut, pencarian korban juga dilakukan di darat.

Puan Maharani Janjikan Santunan Rp 15 Juta untuk Korban Tsunami Banten dan Lampung

Disinyalir, banyak korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Jadi operasi dalam hal ini pencarian korban baik dilakukan lewat udara, menggunakan kapal KRI dan juga jalur darat," sebut Sutopo.

Berdasar informasi yang diterima BNPB, KRI Teluk Cirebon 543 baru saja menemukan jenazah di perairan Pulau Oar di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. 

Akibat tsunami yang terjadi di wilayah Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018), BNPB mencatat, hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 429 orang.

Jumlah itu meliputi korban di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Selain korban meninggal, tercatat 1.485 orang luka-luka.

BNPB juga mencatat, ada 16.802 orang yang mengungsi di sejumlah daerah. Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih terus dilakukan. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "154 Korban Hilang Akibat Tsunami Selat Sunda Masih Terus Dicari", https://nasional.kompas.com/read/2018/12/25/16231831/154-korban-hilang-akibat-tsunami-selat-sunda-masih-terus-dicari

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved