Mancanegara

Bom Mobil Ledakkan Gedung Pemerintahan, 43 Orang Tewas

Kementerian Kesehatan Afghanistan mencatat serangan tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan yang terjadi sepanjang tahun ini.

Bom Mobil Ledakkan Gedung Pemerintahan, 43 Orang Tewas
AFP/WAKIL KOHSAR
Warga membantu korban luka akibat serangan bersenjata turun dari ambulans, usai penyerangan di sebuah gedung pemerintahan di Kabul, Afghanistan, Senin (24/12/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, KABUL - Serangan yang menargetkan warga sipil kembali terjadi di Afghanistan. Kali ini serangan menargetkan gedung pemerintahan di ibu kota Kabul.

Sedikitnya 43 orang dilaporkan telah menjadi korban tewas sementara sepuluh lainnya terluka akibat serangan yang dilancarkan sekelompok orang bersenjata ke gedung Kementerian Pekerjaan Umum di Kabul, pada Senin (24/12).

Kementerian Kesehatan Afghanistan mencatat serangan tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan yang terjadi sepanjang tahun ini.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Brighton vs Arsenal, Boxing Day Liga Inggris di RCTI & beIN Sports!

Melansir dari AFP, serangan terjadi diawali dengan sebuah ledakan bom mobil di pintu masuk gedung, yang memaksa orang-orang berlarian mencari keselamatan.

Beberapa bahkan nekat melompat dari jendela yang berada di lantai atas. Demikian disampaikan juru bicara kementerian, Waheed Majroh.

Baca: Amankan Jasa Andik Vermansah, Madura United Kalahkan Tawaran Jumbo dari Klub Malaysia

Banyak pekerja yang kemudian terjebak di dalam gedung saat terjadi baku tembak antara penyerang dengan petugas keamanan.

Insiden penyerangan dan baku tembak itu berlangsung selama beberapa jam dan baru berakhir setelah para penyerang, yang diketahui berjumlah empat orang, termasuk pelaku bom bunuh diri, tewas di tangan petugas.

Sebanyak 350 orang yang tertahan akhirnya dapat dibebaskan dan para korban luka segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Baca: Deretan 5 Pernikahan Mewah Sepanjang 2018, Crazy Rich Surabayan hingga Mahar Seekor Kuda

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas aksi penyerangan gedung pemerintahan tersebut, yang terjadi di negara yang telah dilanda konflik peperangan selama lebih dari 17 tahun.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengaku sangat terpukul dengan insiden penyerangan kali ini, menyebut pihak keamanan telah gagal.

Halaman
12
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved