Jumlah Logistik Meningkat di Akhir Tahun, Pengiriman PT Pos Indonesia Alami Keterlambatan

Misalnya pengiriman paket kilat khusus ke daerah Yogyakarta yang bisa tiba dalam waktu 1-2 hari, kali ini memakan waktu antara 3-4 hari.

Jumlah Logistik Meningkat di Akhir Tahun, Pengiriman PT Pos Indonesia Alami Keterlambatan
Tribunkaltim.co/ Christine
Konter layanan di Kantor Pos Indonesia Cabang Balikpapan pada Sabtu (29/12). Jelang akhir tahun, pengiriman barang ke sejumlah daerah di luar pulau Kalimantan mengalami keterlambatan akibat menumpuknya logistik. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christine

Jumlah Logistik Meningkat di Akhir Tahun, Pengiriman PT Pos Indonesia Alami Keterlambatan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jumlah pengiriman barang jelang akhir tahun dari Kalimantan Timur menuju ke daerah lain di luar pulau yang alami peningkatan ikut berimbas pada proses pengiriman PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan. 

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Kantor Pos Balikpapan, Suworo, ketika ditemui oleh tribunkaltim.co pada Sabtu (29/12).

Dia menjabarkan, sejak awal Desember, pihaknya harus memproses antara 350 hingga 400 kantong kiriman yang datang dari sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Angka ini merupakan pengiriman ke seluruh Indonesia dan juga luar negeri, meskipun kebanyakan di dalam negeri.

Sepanjang 2018 Lebih dari 11 Ribu Kali Gempa Guncang Indonesia, Ini Catatannya

"Kalau hari biasa, angka tertinggi untuk pengiriman barang biasanya hanya di 250an kantong kiriman," tuturnya.

Dampaknya, untuk pengiriman paket ke luar pulau, menurut Suworo, juga mengalami keterlambatan untuk tiba di alamat tujuan. Seperti misalnya pengiriman paket kilat khusus ke daerah Yogyakarta yang bisa tiba dalam waktu satu hingga dua hari, kali ini memakan waktu antara tiga hingga empat hari.

Bahkan, sebelumnya keterlambatan bisa mencapai satu minggu, dalam dalam masa puncak pengiriman antara tanggal 19 - 23 Desember.

Suworo menerangkan, keterlambatan ini lebih disebabkan oleh terbatasnya ruang di bagasi pesawat untuk mengirim barang, karena membludaknya jumlah penumpang dalam menyambut libur akhir tahun.

"Kalau di bandara, yang menggunakan jasa kurir tidak hanya pos, ada layanan pengiriman ekspedisi lain yang menggunakan ruang yang sama. Selain itu juga ada peningkatan arus penumpang menjelang akhir tahun," imbuhnya.

Bos Borneo FC Dikabarkan Bidik Pemain Belanda Nigel de Jong

Menurut kebijakan penerbangan, yang harus diutamakan adalah barang-barang penumpang terlebih dahulu, kemudian barulah barang-barang logistik bisa dimuat.

Inilah yang menjadikan antrean jumlah barang meningkat.

Kendati hingga saat ini masih terjadi penumpukan barang, namun Suworo mengaku, proses pengiriman sudah berjalan lebih lancar, karena sudah melewati puncaknya.

"Karena sudah melewati puncaknya, jumlah pengiriman sudah berangsur-angsur lancar. Mungkin nanti masuk Januari sudah kembali seperti biasa," pungkasnya. (*) 

Penulis: Christine
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved