Mahasiswi Samarinda Dipukul

Kasus Mahasiswi Samarinda Dipukul saat Shalat, Polresta Samarinda Bentuk Tim untuk Memburu Pelaku

Mahasiswi Samarinda Dipukul saat Shalat, Polresta Samarinda Bentuk Tim untuk memburu Pelaku yang terdiri dari Satreskrim Polres dan Polsek jajaran,

Kasus Mahasiswi Samarinda Dipukul saat Shalat, Polresta Samarinda Bentuk Tim untuk Memburu Pelaku
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.  
Mahasiswi Samarinda (kiri) yang jadi korban pemukulan di Masjid Al Istiqomah, Jumat(28/12/2018) lalu melaporkan kejadian itu di Polresta Samarinda Kalimantan Timur, Sabtu(29/12/2018). 
Kasus Mahasiswi Samarinda Dipukul saat Shalat, Polresta Samarinda Bentuk Tim untuk Memburu Pelaku 
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepolisian masih memburu pelaku pemukulan terhadap Merissa Ayu Ningrum, mahasiswi yang sedang menjalankan ibadah shalat di masjid.
Bahkan, guna menangkap pelaku, Polresta Samarinda membentuk tim, yang terdiri dari Satreskrim Polres dan Polsek jajaran, serta melakukan koordinasi dengan Polda Kaltim dan juga Polsek Sangasanga.
"Opsnal Reskrim dan Polsek jajaran masih bergerak untuk mencari pelaku.
Dari informasi yang kita dapatkan, pelaku warga Sangasanga, tentu kita juga koordinasi dengan Polsek setempat, serta Polda Kaltim," ucap Wakasat Reskrm Polresta Samarinda, AKP Triyanto, Minggu (30/12/2018).
Lanjut dia menjelaskan, tindak pidana yang dapat menjerat pelaku yakni dugaan perkara penganiyaan, serta percobaan pencurian dengan kekerasan.
Saat ini kepolisian fokus untuk menangkap pelaku terlebih dahulu. "Keberadaanya masih kita lacak," tegasnya.
Saksi sekaligus korban telah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya.
Dari keterangan korban, pelaku memang hendak mencuri tas yang dibawanya, namun tidak berhasil karena korban tidak dapat dilumpuhkan oleh pelaku.

"Korban sudah diperiksa. Dari keterangannya, pelaku mau curi tasnya, tapi belum sempat. Untuk bukti, rekaman CCTV, balok untuk memukul telah kita amankan," jelasnya.
"Apapun perbuatan yang melanggar hukum itu berbahaya, termasuk kejadian ini, dipukul dari belakang dengan menggunakan benda keras," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi pemukulan yang dilakukan di masjid, membuat heboh warga Samarinda, terutama di dunia maya.
Pasalnya, video berdurasi 3 menit 15 detik itu terekam kamera CCTV masjid, yang juga tersebar luas di media sosial.
Aksi pemukulan itu terjadi pada Jumat (28/12/2018) lalu, sekitar pukul 14.40 Wita, di masjid Al Istiqomah, jalan P Antasari, RT 30, Sei Kunjang.
Dari rekaman CCTV milik masjid, terekam seorang wanita muda, yang belakang diketahui bernama Merissa Ayu Ningrum (20), seorang mahasiswi tengah menjalankan ibadah shalat.
Tiba-tiba, dari arah belakang, muncul pria tidak dikenal langsung memukul korban dibagian kepala dengan menggunakan balok.
Tidak hanya sekali, saat korban telah tersungkur ke lantai, pria tersebut kembali melayangkan pukulan ke arah wajah, yang membuat korban nyaris tidak sadarkan diri.
Namun, dua pukulan yang diterima korban tidak membuatnya tumbang, yang membuat pelaku akhirnya melarikan diri.
Pria yang melakukan pemukulan tersebut berinisial MJ (45) warga Sanga sanga, Kutai Kartanegara.
Terduga Pelaku sempat bertanya kepada korban
Merissa Ayu Ningrum  sempat telah bertemu dengan pria yang diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap dirinya sebelum kejadian
Bahkan, dirinya sempat bertanya kepada pria tersebut, menanyakan di mana letak toilet.
Pria tersebut menjawab ramah, dengan mengatakan toilet ada dibagian belakang masjid.
"Biasa-biasa saja orangnya, tidak mencurigakan. Saya sempat tanya di mana letak toilet, ya dijawab dan diberitahu sama dia," terangnya.
Mahasiswo Samarinda yang jadi korban pemukulan saat shalat melaporkan kejadian pemukulan tersebut kepada polisi di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu(29/12/2018).
Mahasiswo Samarinda yang jadi korban pemukulan saat shalat melaporkan kejadian pemukulan tersebut kepada polisi di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu(29/12/2018). (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTOHARDI PRASETYO)
Usai dari toilet, Merissa lalu masuk ke dalam masjid guna menaruh barang-barangnya, sebelum berwudhu.
Saat itu dirinya melihat pria tersebut sedang meminum teh.
Lalu pria itu sempat bertanya kepada dirinya. Pertanyaan pria itu tidak juga membuat dirinya curiga, dan tetap melanjutkan aktivitasnya untuk menjalankan ibadah shalat.
"Dia nanya, apakah saya sendirian saja, ya saya jawab, sendirian saja dan mau shalat," ucapnya.
Masjid Al Istiqomah, Jalan P Antasari tempat aksi pemukulan oleh seorang pria kepada mahasiswi yang tengah menjalankan ibadah shalat, Sabtu (29/12/2018).
Masjid Al Istiqomah, Jalan P Antasari tempat aksi pemukulan oleh seorang pria kepada mahasiswi yang tengah menjalankan ibadah shalat, Sabtu (29/12/2018). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA)
Warga Temukan Balok yang Dipakai Pelaku
Sukiman, salah satu warga menuturkan ia terbangun ketika mendengar suara korban minta tolong.
"Saat kejadian saya tidak tahu, tidak lihat. Saat itu saya sedang tidur, terbangun saat korban berteriak minta tolong," ucap salah satu warga, Sukiman (56), Sabtu (29/12/2018).
"Saya datangin korban, dia mengaku habis dipukul. Lalu saya suruh periksa tasnya, apakah ada barang yang hilang, ternyata tidak ada yang hilang, lalu saya sarankan untuk pulang saja dulu," tambahnya.
Setelah itu, Sukiman mendapatkan balok yang digunakan pelaku memukul korban di bagian belakang masjid.
Mukhlis (37), warga lainnya mengaku beberapa kali melihat pria yang diduga melakukan pemukulan terhadap korban.
Pria tersebut kerap duduk di dekat tempat wudhu, bahkan diketahui pria tersebut juga tidur di masjid beberapa hari terakhir ini.

"Saya lihat dia tiga harian terakhir ini, biasanya duduk di dekat tempat wudhu, pakai baju koko dan peci, persis seperti foto dan video di media sosial itu," jelasnya.
Dia menilai, pria yang diduga sebagai pelaku pemukulan itu terlihat seperti hendak menantang berkelahi orang yang melihatnya.
"Tidak pernah saya dengar dia bicara, kalau saya lihat dia, gayanya seperti mau nantang orang kelahi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Al Istiqomah, Elansyah menjelaskan, kejadian pemukulan itu terjadi usai shalat Jumat.
Saat itu, semua pengurus masjid, serta jamaah telah meninggalkan masjid.
"Saat itu kebetulan sudah sepi masjid. Kaum kami yang biasa bersih-bersih masjid, sedang dirawat di rumah sakit.
 
Aktivitas usai Jumatan memang sudah selesai, termasuk menghitung uang kotak amal," ucapnya.
Dia mengaku mengetahui sosok yang diduga menjadi pelaku pemukulan itu.
Pria tersebut berinisial MJ (45) warga Sangasanga, Kutai Kartanegara.

Tiga hari terakhir, pria tersebut tidur di masjid. Selama kaum masjid sakit, pria tersebut yang membersihkan masjid, walaupun tidak disuruh.
"Selama kaum kami sakit, dia yang bersih-bersih, cukup rajin orangnya. Tanpa disuruh, dia bersih-bersih sendiri, komunikasi juga baik dengan kami.

Karena itu kita beri makan, kadang kasih rokok," jelasnya.
Bahkan, sebelum aksi pemukulan itu terjadi, pria tersebut sempat bantu-bantu menghitung uang di kotak amal.
"Jumatan juga ikut, saya juga suruh ikut bantu hitung uang shalawatan. Kenapa kami tahu identitasnya, karena setiap orang yang nginap disini (masjid) selalu kami minta identitasnya, kami foto, kami data," ungkapnya.
"Kalau saya menduga, sepertinya dia mau ambil motor korban, karena dia sempat cek parkiran, lalu mencoba melumpuhkan korban, namun gagal dan langsung melarikan diri," tutupnya.

(*)

Follow Instagram tribun kaltim

Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

 
 
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved