Dilema Penjaga Waduk Manggar Balikpapan, Kelestarian atau Kesejahteraan?

Tak hanya itu, bermukim di zona penyangga Kota Balikpapan, hulu Waduk Manggar, kepedulian warga dengan lingkungan cukup tinggi.

Dilema Penjaga Waduk Manggar Balikpapan, Kelestarian atau Kesejahteraan?
TRIBUN KALTIM/TRINILO UMARDINI
Pemandangan Waduk Manggar, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kaltim, di sore hari. 

Dilema Penjaga Waduk Manggar Balikpapan, Kelestarian atau Kesejahteraan?

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Trinilo Umardini

Lebih dari setengah abad silam, ratusan warga sejumlah desa di Jawa Tengah berpindah pulau. Dari Jawa ke Kalimantan, tepatnya Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka adalah petani di daerah asal yang mengikuti program pemerintah, transmigrasi ke daerah baru.

DARI sinilah kisah ini bermula...

Gapura besar bertuliskan Jalan Giri Rejo Karang Joang terlihat jelas.

Plang ‘Selamat Datang di Kampung Berseri Astra’ menandakan kawasan ini merupakan satu dari 77 kampung di Indonesia – dari Sabang sampai Merauke - yang  menjadi kampung pilihan.

Jalan Giri Rejo terletak di Km 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Butuh waktu 30 menit menempuh perjalanan dari pusat Kota Balikpapan.

Jalan Giri Rejo, Km 15, Karang Joang, Balikpapan Utara.
Jalan Giri Rejo, Km 15, Karang Joang, Balikpapan Utara. (TRIBUN KALTIM/TRINILO UMARDINI)

Sepanjang Jalan Giri Rejo hingga Giri Mulyo (Km 14) terdiri dari lima RT yaitu RT 25, 26, 28, 29, dan 30. Wilayah ini merupakan permukiman transmigran di Balikpapan.

Ada sekitar 1.946 orang atau 559 KK mendiami kampung ini. Generasi pertama dan kedua, mayoritas lulusan SD yang bermatapencaharian sebagai petani kebun atau ladang.

Saat ini, warga yang bermukim di sini merupakan generasi kedua dan ketiga para transmigran dari Jawa Tengah.

Halaman
1234
Penulis: Trinilo Umardini
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved