Bapenda Kaltim Optimistis Lampaui Pendapatan Rp 12 Triliun, Ini yang Diprediksi Meningkat

Realisasi pendapatan Bapenda di 2018 mencapai Rp 10,37 triliun dari target yang ditetapkan pada APBD- P 2018, Rp 9,59 triliun.

Bapenda Kaltim Optimistis Lampaui Pendapatan Rp 12 Triliun, Ini yang Diprediksi Meningkat
TRIBUNKALTIM/ICHWAL SETIAWAN
ILUSTRASI - Puluhan wajib pajak terlihat mengantre di loket UPTD Samsat Bontang untuk mengurus balik nama dan pajak kendaraan di Kantor UPTD Samsat, Jumat (14/12/2018) siang. 

Bapenda Kaltim Optimistis Lampaui Pendapatan Rp 12 Triliun, Ini yang Diprediksi Meningkat

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim menunjukkan kinerja positif dengan total capaian realisasi pendapatan sebesar 108,14 persen.

Realisasi pendapatan di 2018 mencapai Rp 10,37 triliun dari target yang ditetapkan pada APBD- P 2018, Rp 9,59 triliun.

Pencapaian tersebut membuat Kepala Bapenda Kaltim Ismiati optimis realisasi pendapatan mampu melampaui Rp 12 Triliun.

"Kami optimis pada 2019, pendapatan bisa melampaui Rp 12 triliun dengan mengoptimalkan segala potensi yang sudah dipetakan bersama tim penyelaras RPJMD Kaltim," kata Ismiati, di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (1/1/2019).

Baca: Dinas PU Kaltim Belum Berani Mengecor Bekas Longsor Jalan Sangasanga-Muara Jawa, Ini Sebabnya

Baca: Aksi Kebut-kebutan Terekam CCTV, Polisi Langsung Ciduk 19 Remaja

Baca: Pencuri Meteran Air Incar Bagian Ini Untuk Dijual

Salah satu sektor yang diprediksi meningkat yaitu berasal dari pajak kendaraan bermotor. Ismiati memprediksi sektor tersebut mampu meraup Rp 6 miliiar per hari.

"Karena kita sekarang sudah menerapkan E-Samsat dan bisa dilayani bersama Perbankan. Ini memudahkan masyarakat. Sifatnya juga database, jadi tercatat berapa penerimaan rutin," ucapnya.

Ismiati mengatakan Pajak Kendaraan Bermotor di tahun 2018 mengalami surplus Rp 51 miliar.

Hal ini yang diharapkan lebih maksimal di 2019 agar mampu mendongkrak peningkatan PAD.

"Kita surplus Rp 51 miliar dari target Rp 775 miliar di 2018. Secara umum kinerja pajak surplus Rp 500-600 miliar. Kita optimis akan lebih maksimal tahun 2019," katanya.

Baca: Arema FC Pastikan Kedatangan Satu Striker Asing

Baca: Tes Baca Al Quran di Aceh, Jokowi Dipastikan Hadir

Baca: BANKALTIMTARA EKSPLOR WISATA BERAU - Menuju Lamin Guntur Disambut dengan Tarian Lumba-Lumba

Pada APBD 2019 anggaran pendapatan, direncanakan sebesar Rp 10,534 triliun bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp5,452 triliun, Dana Perimbangan sebesar Rp5,059 t riliun dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp22,155 miliar.

Sedangkan pada tahun 2018, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2018 mencapai Rp 5,55 triliun. Meliputi Pajak Daerah Rp 4,70 triliun, Retribusi Daerah Rp 19,34 miliar, Hasil P engelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp 181,12 miliar, dan Lain-Lain Pendapatan D aerah yang Sah Rp 647,92 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari Dana Perimbangan mencapai Rp 4,79 triliun yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak Rp 599,34 miliar, Dana Bagi Hasil Bukan Pajak Rp 2,39 triliun, dan Dana Perimbangan Lainnya Rp 1,80 triliun. Kemudian masukan dari Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah mencapai Rp 28,10 miliar. (dmz)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved