Longsor di Sukabumi

Bencana Longsor di Sukabumi, Kesaksian Warga: Dengar Suara Gemuruh dari Atas Bukit

Membuka awal 2019 bencana kembali terjadi di Indonesia, kali ini tanah longsor menimpa Kampung Cigarehong Cimapag, Desa Sirnaresmi, Sukabumi

IST/ Via Tribunnews.
Longsor menimbun 30 unit rumah di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SUKABUMI -Membuka awal 2019 bencana kembali terjadi di Indonesia, kali ini tanah longsor menimpa Kampung Cigarehong Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat bencana tersebut hingga pukul 15.30 WIB korban tewas tercatat sudah ada 15 orang yang berhasil dievakuasi, sementara masih ada 35 korban lain yang diduga masih tertimbun longsoran tanah.

Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf M Hasan mengatakan proses evakuasi korban tanah longsor dihentikan sementara karena faktor cuaca. Hujan mengguyur wilayah lokasi kejadian.

"Sementara ini evakuasi kita hentikan karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan bisa membahayakan relawan dan tim evakuasi sendiri. Sampai dengan tadi, ada 6 mayat lagi yang kita evakuasi sehingga total 15 jiwa yang kita temukan dari total 35 terindikasikan tertimbun," kata M Hasan.

Baca: Update Rabu (2/1/2019) - Longsor di Sukabumi, 63 Orang Selamat dan 15 Jenazah Ditemukan

Dalam kesempatan itu Hasan meluruskan informasi terkait jumlah jiwa yang tinggal di kampung dan terdampak bencana. "Kita meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait jumlah jiwa. Ada 101 jiwa di tempat tersebut. Sehingga ada 32 KK, 101 jiwa, korban selamat 63, luka-luka 3 dan meninggal dunia 15 orang. Sisanya terindikasi masih tertimbun," katanya.

Kepala Biro Humas PMI Pusat Aulia Arriani mengatakan tim PMI Kabupaten Sukabumi mengalami kesulitan menembus lokasi longsor, karena jalanan yang terjal dan berbatu. "Ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi dan komunikasi seluler juga sulit," kata Aulia.

Ia menerangkan, PMI menerjunkan 15 personel yang terdiri dari pengurus PMI dan relawan, dipimpin langsung Ketua PMI Kabupaten Sukabumi. Selain itu, memobilisasi 1 ambulans, 1 mobil rescue 4 x 4, serta 1 mobil operasional. "Proses assessment dan evakuasi terkait dampak kejadian masih berlangsung," tuturnya.

Baca: Banyak Bencana, Kepala Kemenag Balikpapan Imbau Warga Tingkatkan Kegiatan Keagamaan

Hal senada juga dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Ia menjelaskan tim SAR gabungan terkendala medan yang sempit untuk melakukan pencarian pada korban tertimbun dalam bencana longsor di Sukabumi, Jawa Barat.

Selain sempitnya jalan menuju lokasi dan mempersulit alat berat masuk, beberapa kendala lain juga ditemui, seperti longsor kecil susulan maupun komunikasi yang terputus. "Sementara itu longsor susulan kecil masih terjadi demikian juga hambatan yang lain, komunikasi masih sulit, listrik masih padam, cuaca juga menghambat dalam pencarian korban," ujar Sutopo.

Deden warga Kampung Cigarehong Cimapag Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang selamat dari bencana tanah longsor sempat meceritakan detik-detik terjadinya musibah. Kata Deden tanah longsor mulai terjadi sebelum azan Maghrib berkumandang pada Senin(31/12) sekitar pukul 17.30 WIB.

Ketika itu Deden kaget mendengar suara gemuruh sangat keras dari atas bukit. "Ada gemuruh dari atas, kami langsung berlari ke musala dan berlindung disana,"ujar Deden.

Baca: Kontraktor di Kutai Timur Tagih Utang Pemkab untuk Atasi Kesulitan Ekonomi

Deden, istri, anak dan orang tuanya selamat dari kepungan material longsor. Posisi rumah dan musala tersebut memang berada disudut paling ujung Kampung Cigarehong Cimapag. Posisi ini memang tidak tertimbun seperti puluhan rumah lainnya, hanya mengalami kerusakan tembok dan atap bangunan.

"Alhamdulillah, kami berhasil selamat walaupun sempat terkena runtuhan atap dan tembok,"ujar Deden.

Selain kesaksian warga menjelang tanah longsor, proses evakuasi korban yang tertimbun juga mencekam. Longsor susulan mewarnai proses evakuasi tersebut. Tim evakuasi beserta warga berlarian menjauhi lokasi longsor.

Masyarakat yang tinggal di lereng bukit juga sempat merasa panik dan berlarian karena lokasi tersebut masih berpotensi longsor susulan. Saat dinilai cukup aman, para relawan kembali ke lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi. (Tribun Network/dam/rin/zal/wly)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved