8 Januari, BKPP Kutim Kumpulkan Seluruh TK2D, Sosialisasikan Peraturan Baru Kepegawaian BKN RI

8 Januari, BKPP Kutim Kumpulkan Seluruh TK2D, Sosialisasikan Peraturan Baru Kepegawaian BKN RI

8 Januari, BKPP Kutim Kumpulkan Seluruh TK2D, Sosialisasikan Peraturan Baru Kepegawaian BKN RI
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang memberi arahan pada para TK2D di lingkungan Dinas Pendidikan Kutim. 

8 Januari, BKPP Kutim Kumpulkan Seluruh TK2D, Sosialisasikan Peraturan Baru Kepegawaian BKN RI

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Sambil menggelar inspeksi mendadak ke seluruh OPD dan bagian di lingkungan Setkab Kutai Timur, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan juga memberikan pengumuman pada para pegawai Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutim untuk hadir di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Selasa (8/1/2019) mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, kata Zainuddin, Pemkab Kutim melalui BKPP akan menyosialisasikan peraturan baru tentang kepegawaian dari BKN RI. Termasuk rencana pemerintah mengganti kategori pegawai honor dari TK2D menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) yang dalam waktu dekat akan diseleksi.

“Kita kumpulkan seluruh TK2D Kutim untuk mendengarkan sosialisasi tentang Peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2018 yang mengatur soal manajemen pegawai pemerintah dalam perjanjian kerja (P3K). PP ini sebagai penjelasan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang memutuskan untuk menerima CPNS dari tenaga honor maupun yang dikenal sebagai TK2D di Kutim, sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Zainuddin.

Karena, lanjut Zainuddin, peraturan ini memungkinkan para tenaga honorer untuk diangkat menjadi ASN tanpa melalui proses rekrutmen CPNS. Proses rekrutmen ini juga memungkinkan para pegawai honorer untuk mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu, sesuai kompetensi masing-masing.

“Dengan disosialisasikan peraturan ini, diharapkan para TK2D di lingkungan Pemkab Kutim bisa mengetahui lebih jelas tentang P3K dan masuk dalam jajaran tenaga P3K Kutim. Apalagi, rekrutmen P3K dapat diikuti seluruh TK2D dengan usia minimal 20 tahun dan maksimal 59 tahun,” ujar Zainuddin.

“P3K terbuka untuk seluruh profesi ahli yang dibutuhkan secara nasional dan sangat berpeluang untuk tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Tak terkecuali bagi para diaspora yang kehadirannya dalam birokrasi diharapkan dapat berkontribusi positif bagi Indonesia,” kata Zainuddin.

Soal pelaksanaannya, menurut Zainuddin, dari jadwal sementara yang diterima BKPP Kutim, akan dilakukan dua fase. Pertama di akhir Januari dan kedua di April 2019.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved