Terlilit Utang, Bupati Kutim Stop Program Tak Mendesak; 2019 Fokus Bayar Utang Pihak Ketiga

Menyikapi masalah keuangan tersebut, Bupati Ismunandar meminta seluruh jajaran Pemkab Kutim kembali mengencangkan ikat pinggang.

Terlilit Utang, Bupati Kutim Stop Program Tak Mendesak; 2019 Fokus Bayar Utang Pihak Ketiga
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang saat diwawancara awak media di Sangatta 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Utang Pemkab Kutai Timur pada pihak ketiga kembali menumpuk di akhir 2018.

Tak hanya utang proyek pembangunan, tetapi beberapa pembelanjaan pun ikut menambah deretan utang pemerintah.

Belum lagi ditambah usulan Ganti Uang (GU) dari belanja pegawai di akhir 2018 yang ikut tersendat, seiring pemangkasan dana kurang salur oleh pemerintah pusat sebesar Rp700 miliar.

Menyikapi masalah keuangan tersebut, Bupati Ismunandar meminta seluruh jajaran Pemkab Kutim kembali mengencangkan ikat pinggang.

Juga mengevaluasi program kerja yang sedang berjalan dan yang direncanakan oleh tim anggaran.

“Program kerja yang tidak mendesak, saya minta untuk stop saja dulu. Kalau pun program tersebut  sudah berjalan, kita pending dulu.  Kita dahulukan membayar utang dan program mendesak,” ungkap Ismunandar, Kamis (3/1/2019).

Program yang kemungkinan masuk dalam daftar non prioritas, seperti perawatan beberapa fasilitas yang bukan utama, serta pengadaan sebagian barang dan jasa yang tak terkait dengan kebutuhan publik.

Pemkab Kutim, kata Ismunandar, juga akan melakukan evaluasi seluruh program kerja yang tengah berlangsung dan akan dikerjakan pada 2019 mendatang. 

Baca juga:

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved