Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh

Aturan Diubah, Keluarga Korban Lion Air JT 610 Mengaku Dipersulit Cairkan Dana Asuransi

Merdian menyampaikan, pihak Lion Air tiba-tiba mengubah metode pemberian asuransi yang mulanya sesuai Permenhub menjadi sesuai aturan agama.

Aturan Diubah, Keluarga Korban Lion Air JT 610 Mengaku Dipersulit Cairkan Dana Asuransi
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Kondisi mesin kedua pesawat Lion Air PK-LQP yang ditemukan di kedalaman 30 meter usai diangkat ke dermaha JICT 2 Tanjung Priok, Rabu (7/11/2018). 

Menurut Merdian, ketika itu Epi ikut kesal dan menyebutkan bahwa seharusnya pihak Lion Air tidak menggunakan hukum kompilasi Islam karena Indonesia negara kesatuan.

Hingga saat ini, Merdian terus mempertanyakan perkara perubahan aturan tersebut kepada Ganjar.

"Sampai hari ini saya hubungi, Pak Ganjar tetap belum bisa kasih keputusan apa-apa. Dia masih bersikeras kalau asuransi harus pakai kompilasi Islam," ucap dia.

Saat dihubungi Kompas.com pihak Lion Air mengaku belum tahu soal masalah ini.

"Saya coba cek dulu ya mas ya, karena setahu saya normal-normal saja," kata Corporate Communications Lion Air Ramaditya Handok saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Sebelumnya, Lion Air telah memastikan akan memberi ganti kerugian bagi korban insiden kecelakaan pesawat JT 610 sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Sesuai ketentuan dalam aturan tersebut, penumpang yang meninggal dunia akan diberi ganti kerugian Rp 1,25 miliar.

"Terkait asuransi, kami akan mengikuti sesuai ketentuan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (31/10/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluarga Korban Lion Air Mengaku Dipersulit Cairkan Dana Asuransi"

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved