Gubernur Kaltara Pantau Progres Penanganan Jalan Putus, Target Seminggu Bisa Dilewati

Putusnya Jalan Bukit Keramat di Jalur Aji Kuning-Bambangan, Sebatik, Nunukan, mendapat perhatian serius Gubernur Kaltara

Gubernur Kaltara Pantau Progres Penanganan Jalan Putus, Target Seminggu Bisa Dilewati
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Ilustrasi: Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie turun dari kendaraan saat meninjau pembangunan ruas jalan Malinau-Krayan Oktober 2018 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Putusnya Jalan Bukit Keramat di Jalur Aji Kuning-Bambangan, Sebatik, Nunukan, mendapat perhatian serius Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie.

Tak hanya meminta secepatnya dilakukan perbaikan, orang nomor satu di Kaltara itu juga terus memantau progress penanganan jalan yang putus akibat longsor pada Kamis (27/12/2018) lalu.

"SEJAK awal mendapat laporan kejadian (longsor), saya langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara untuk mengkoordinasikan dengan Badan Pelaksanaan Jalan Nasional guna penanganannya. Saya juga terus memantaunya hingga kini," kata Irianto.

Baca: Proyek Normalisasi Sungai Ampal masih Terkendal, Pembebasan Lahan Terbentur Sengketa

Informasi terkini, dikatakan Gubernur, atas koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara dengan BPJN wilayah XII Balikpapan, penanganan longsor di Sebatik sudah berjalan sejak beberapa hari ini. Diperkirakan dalam waktu sepekan, jalan yang putus itu sudah bisa dilewati mobil.

"Hari ini (kemarin, Red), material jembatan bailey akan diangkut dari Sei Menggaris menuju Sebatik, dengan menggunakan kapal LCT (Landing Craft Tank). Mereka masih menunggu air pasang, agar kapal bisa merapat," ungkapnya.

Sementara di lokasi longsor, sesuai laporan yang disampaikan ke Gubernur Irianto, sebelumnya penanganan darurat dilakukan dengan memasang bis beton. Tapi ternyata tidak efektif, karena debit air cukup besar. "Hari ini akan dilanjutkan dengan pasang sisa pancang beton, serta penurunan elevasi untuk pemasangan jembatan darurat, atau bailey-nya," lanjut Irianto.

Tak sekadar memantau terus, untuk memastikan hasil kerja penangannya, Gubernur berencana akan meninjau langsung ke lokasi longsor tersebut pekan depan. "Insya Allah, antara tanggal 8-9 Januari saya akan ke Sebatik, sekaligus melihat lokasi itu," tandasnya.

Baca: Soal Rencana Sidrap Bergabung Ke Bontang, Bupati Kutim Ismunandar Mengaku Baru Mengakomodir Usulan

Secara terpisah Kepala BPJN XII Balikpapan Refly Tangkere mengatakan, saat ini pengerjaan untuk menanganan darurat pada titik longsor di Sebatik itu tengah dilakukan. Pihaknya menargetkan, dalam waktu sepekan ini, jalan tersebut sudah bisa dilewati mobil.

Refly menyebutkan, jalan yang putus pekan lalu tersebut, sebenarnya sudah masuk dalam program rehabilitasi jalan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian PUPR. Hanya saja, belum sampai terlaksana, karena faktor alam, jalan sudah putus duluan.

"Tahun ini ada dua titik krusial yang sudah masuk dalam program kita. Sekarang sudah proses lelang. Tetapi karena cuaca ekstrem, sehingga ternyata tidak bisa menunggu. Hingga jebol lah, sampai ruas tersebut putus total," kata Refly di Kantor Gubernur Kaltara, beberapa waktu lalu. Dirinya menyebutkan, ada 33 titik longsor di sepanjang jalan lingkar Pulau Sebatik.

Atas koordinasi dengan pihak Pemprov Kaltara, dikatakan Refly, pihaknya melakukan penanganan darurat pada titik longsor yang menyebabkan putusnya jalan tersebut.

Baca: Meski Unggul Tahun 2014 Lalu, Suara Prabowo di Satu Kota Ini Diyakini Turun hingga 30 Persen Saja

"Sebagai penanganan darurat kita akan pasang jembatan bailey. Sekarang sementara kita akan timbun dulu, dipasang gorong-gorong, supaya mobil bisa lewat dulu. Jika cuaca bagus, mungkin dalam minggu-minggu ini, sudah selesai dan bisa dilewati. Untuk pemasangan bailey masih menunggu pengangkutan dari Sei Menggaris ke Sebatik," ujarnya.

Lebih jauh Refly mengungkapkan, untuk penanganan dua titik longsor tersebut, melalui APBN di Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar.

"Anggaran memang terbatas, jadi kita pilih yang dua itu. Sisanya 31 titik, akan kita usulkan ke Jakarta lagi," imbuh Refly. (*/wil)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved