Ini Perubahan Sungai Ampal setelah Dilakukan Normalisasi

Melalui proyek normalisasi Sungai Ampal yang dicanangkan Pemkot Balikpapan, wajah Sungai Ampal akan mengalami perubahan.

Ini Perubahan Sungai Ampal setelah Dilakukan Normalisasi
Tribun Kaltim
Pemukiman warga di pinggi Sungai Ampal bakal terkena proyek Normalisasi Sungai Ampal. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Melalui proyek normalisasi Sungai Ampal yang dicanangkan Pemkot Balikpapan, wajah Sungai Ampal akan mengalami perubahan. Hal tersebut diutarakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan Andi Muhammad Yusri Ramli kepada Tribun di ruang kerjanya, Kamis (3/1).

Menurut Yusri, ke depan Sungai Ampal akan banyak mengalami perubahan, baik fisik maupun luasannya. Dijelaskan, luasan Sungai Ampal nanti dari terkecil sekitar 20 meter pada hulu sungai di wilayah Balikpapan Utara hingga meluas sekitar 65 meter di muara sungai sekitar kawasan Balikpapan Super Block (BSB).

"Nanti sungainya mulai dari kecil di hulu, terus semakin meluas hingga muara pembuangannya," ungkapnya.

Baca: Proyek Normalisasi Sungai Ampal masih Terkendal, Pembebasan Lahan Terbentur Sengketa

Lanjut Yusri, selain terdapat perubahan pada luasan sungai, di pinggir kanan dan kiri sungai juga akan dibuat jalan inspeksi, agar proses maintenence saluran air dapat berjalan dengan baik dan digunakan sebagai jalur mobilisasi alat dan pengangkutan sedimen jika ada pengerukan sedimen-sedimen nantinya.

"Jadi bukan jalan umum. Kalau warga setempat yang bermukim di sekitar situ bisa saja memanfaatkan," ujarnya.

Yusri menambahkan, dalam kegiatan normalisasi tersebut juga ada terdapat beberapa perubahan alur sungai yang awalnya tikungan terlalu tajam dan bengkok, pada normalisasi ini akan diluruskan sesuai perencanaan.

"Kita juga ada mengubah sedikit beberapa alur yang terlalu bengkok, nanti kita ada luruskan sedikit agar tidak terlalu patah jalurnya," pungkasnya.

Baca: Terungkap, Perselingkuhan dengan Sesama Polisi Pernah Memperburuk Kasus Asusila Brigpol DS

Sementara, Kepala Sub Bagian Program Dinas PU, Edi Saputra menambahkan, pada hulu sungai di daerah Pasar Segar akan dibangun Bendungan Pengendali (Bendali) sebagai pengontrol air yang masuk dari beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Nanti aliran air dari DAS Wonorejo, Kampung Timur, dan Grand City dekat RSKD masuknya ke bendali dulu terus mengalir ke sungai. Jadi kita kontrol juga air yang masuk ke Sungai Ampal," tambahnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved