Pekerja Jawa Dominasi Proyek Pasar Rawa Indah, Komisi III DPRD Bontang Minta Kontraktor Patuhi Perda

Salem mengatakan, alasan pihaknya mendatangkan pekerja lokal karena pekerjaan teknis membutuhkan tenaga kerja ahli.

Pekerja Jawa Dominasi Proyek Pasar Rawa Indah, Komisi III DPRD Bontang Minta Kontraktor Patuhi Perda
Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan
Komisi III DPRD Bontang meninjau progres pembangunan Pasar Rawa Indah di jalan KS Tubun, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (7/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan

Pekerja Jawa Dominasi Proyek Pasar Rawa Indah, Komisi III DPRD Bontang Minta Kontraktor Patuhi Perda

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Pemberdayaan Pekerja lokal di proyek pembangunan Pasar Rawa Indah disorot dewan. Komisi III DPRD Bontang meminta pihak kontraktor, PT Sasmito supaya lebih banyak menggunakam tenaga kerja lokal ketimbang pekerja asal pulau Jawa.

Permintaan ini disampaikan, Komisi III DPRD Bontang saat menggelar inspeksi ke lokasi proyek di jalan KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (7/1/2019).

Site Manager PT Sasmito, Salem mengatakan kebutuhan kerja untuk proyek ini sekitar 200 orang. Komposisi tenaga kerja bakal didominasi oleh pekerja asal Jawa dengan komposisi 60 persen dari luar sedangkan 40 persen asal Bontang.

Tak Ada Komplain, Posko Nataru di Bandara Balikpapan Ditutup

Pengedar Sabu Samarinda dan Kukar Musnahkan Narkobanya Sendiri di Hadapan Polisi

Salem mengatakan, alasan pihaknya mendatangkan pekerja lokal karena pekerjaan teknis membutuhkan tenaga kerja ahli.

“Kemarin sempat kita perdayakan tenaga kerja lokal untuk pekerjaan pancang, tapi mereka tidak bisa akibatnya proyek sempat tertunda. Sekarang kami ganti dengan pekerja Jawa,” kata Site Manager Salim saat menerima rombongan Komisi III DPRD.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III, Ridwan geram dan mengkritik kebijakan kontraktor menggunakan pekerja asal luar lebih banyak ketimbang temaga kerja lokal.

Menurut Ridwan, jumlah tenaga kerja ahli di Bontang cukup banyak. Sebagai Kota Industri, Bontang dibangun dari tangan-tangan orang lokal.

Disinggung Karena Tidak Bekerja, Pria di Samarinda Pukuli Istri Sirinya

Dua Bulan Operasi, RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU Dapat Puluhan Juta dari Pengelolaan Parkir

“Yang rintis dan dirikan Industri di Bontang ini yah kami warga lokal,” ujar Ridwan.

Senada dengan rekannya, Ketua Komisi III DPRD, Rustam HS mengatakan Perda terkait pemberdayaan tenaga kerja lokal sudah disahkan.

Di dalam aturan itu tertuang kompisisi pekerja lokal sebesar 70 persen, sedangkan pekerja dari luar hanya 30 persen.

“Jadi kami sudah sahkan Perda itu, ini harus dipatuhi seluruh investor di Bontang,” ujar Rustam. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved