Pelayanan BPJS Kesehatan Samarinda Tak Berhenti Meski Dua RS Ini Masih Urus Akreditasi

Pernyataan ini, sekaligus menepis isu BPJS Kesehatan menghentikan kerjasama dengan faskes yang belum terakreditasi.

Pelayanan BPJS Kesehatan Samarinda Tak Berhenti Meski Dua RS Ini Masih Urus Akreditasi
Tribunkaltim.co/ Rafan Dwinanto
Kepala BPJS Kesehatan Samarinda Octovianus Ramba menjelaskan proses kerjasama antara BPJS dan Faskes 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

Pelayanan BPJS Kesehatan Samarinda Tak Berhenti Meski Dua RS Ini Masih Urus Akreditasi

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Samarinda, terus melanjutkan perjanjian kerjasama (PKS) dengan sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) di wilayah kerja cabang Samarinda.

Hal ini diungkapkan BPJS Kesehatan Samarinda, Octovianus Ramba. Pernyataan ini, sekaligus menepis isu BPJS Kesehatan menghentikan kerjasama dengan faskes yang belum terakreditasi.

Octovianus membenarkan, akreditasi menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi faskes, untuk menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Kamis Ini, Pemkot Balikpapan Bakal Kumpulkan Peserta CPNS yang Lolos

Abrasi Pantai Diduga Jadi Penyebab Puluhan Tumbuhan Mati di Pantai Nirmala Balikpapan

Hal ini diatur dalam Peraturan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) 99 Tahun 2015. Namun, 4 Januari lalu, Kemenkes menerbitkan surat yang intinya, faskes yang sedang mengurus akreditasi, tetap bisa memberikan pelayanan kepada peserta BPJS.

"Jadi, pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan di wilayah KC (kantor cabang) Samarinda, tidak pernah putus. Pelayanan tetap jalan, sambil faskes mengurus administrasinya," ujar Octovianus, Senin (7/1/2019).

Menurut Octovianus, ada dua faskes pada wilayah kerja KC Samarinda, yang sedang berproses mengurus akreditasi. Keduanya yakni RS Siaga Samarinda, dan RS Sangkulirang.

"Kedua faskes ini diberi kesempatan mengurus akreditasi sampai Juni ini. Tapi, keduanya tetap bisa melayani peserta BPJS, karena Kemenkes memersilakan BPJS Kesehatan untuk tetap menjalin PKS dengan faskes yang sedang mengurus akreditasi," urai Octovianus.

Bupati Bakal Luncurkan Cap Tikus 1978 Hari Ini, Berikut 5 Racikan Minuman Tradisional Khas Minahasa

Daftar Nama 45 Artis Diduga Terlibat Prostitusi Disimpan Pihak Mucikari

Octovianus juga menjelaskan, terdapat dua faskes yang pada 2019 ini tak lagi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Samarinda. Kedua faskes tersebut adalah RS Thaha Bakrie dan RS Korpri. Jalinan kerjasama tak bisa dilanjutkan lantaran masa izin operasional kedua RS ini, berakhir.

"Jadi, bukan karena persoalan akreditasi. Tapi karena izin operasional yang belum diperpanjang. Karena izin operasional ini syarat mutlak untuk RS beroperasi. Yang meminta kerjasama tak dilanjutkan juga kedua RS ini," kata Octovianus.

Saat ini, kata Octovianus, jalinan kerjasama BPJS Kesehatan dengan faskes menganut azas mutual benefit, atau saling menguntungkan. Hal ini bertujuan agar faskes memberikan pelayanan maksimal kepada peserta BPJS Kesehatan.

"Jadi kita tidak memaksakan kerjasama. Kalau pendekatannya mutual benefit, RS akan memberi manfaat terbaik kepada peserta BPJS Kesehatan. Kita serahkan pada kesanggupan masing-masing faskes. Siap tidak dengan sistem dan regulasi yang ada di JKN (jaminan kesehatan nasional). Karena kondisi tiap faskes beda. Apalagi yang swasta," jelas Octovianus. (*) 

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved