Bakal Ada Pembatasan Jumlah Honorer Tahun Ini, Ini Jawaban Gubernur Irianto Lambrie

"Yang tidak bagus bisa diberhentikan. Misalnya malas masuk kantor. Diberi tugas atau pekerjaan tidak diselesaikan," kata Irianto Lambrie

Bakal Ada Pembatasan Jumlah Honorer Tahun Ini, Ini Jawaban Gubernur Irianto Lambrie
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Suasana proses verifikasi berkas antara pelamar CPNS dan petugas verifikator di Kantor BKD Kaltara, beberapa waktu lalu. 

Bakal Ada Pembatasan Jumlah Honorer Tahun Ini, Ini Jawaban Gubernur Irianto Lambrie

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berencana meminta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan kerja Pemprov Kalimantan Utara mengevaluasi kinerja dan perilaku pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer.

Evaluasi tersebut tentu dengan memperhatikan beberapa indikator. Irianto Lambrie mengatakan, pegawai honorer yang berkinerja baik tentu akan mendapat penilaian yang baik dan besar kemungkinan dipertahankan.

"Yang tidak bagus bisa diberhentikan. Misalnya malas masuk kantor. Diberi tugas atau pekerjaan tidak diselesaikan. Integritasnya diragukan," kata Irianto Lambrie, Selasa (8/1/2019).

Polisi Sebut Mbah Putih Terima Rp 115 Juta Untuk Loloskan PS Mojokerto Putra ke Liga 2

Wasit NS Ditetapkan Tersangka Pengaturan Skor, Terima Rp 45 Juta Seusai Pertandingan

Aparatur Sipil Negara (ASN) sekalipun sebutnya, jika melakukan tindakan indisipliner dan cenderung memiliki perilaku tidak baik akan mendapatkan sanksi. Bahkan bisa sampai pemecatan.

Secara umum tuturnya, tahun ini akan dilakukan sedikit rasionalisasi pegawai honorer demi mengifisiensi anggaran belanja untuk kemudian dialihkan dalam bentuk program bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Bantuan Stimulan Pembiayaan Perumahan (BSPS).

Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Indonesia. Persib Bandung Berpeluang Hadapi Persija Jakarta

Direkrut Borneo FC, Mantan Kiper Persebaya Minta Doa ke Masyarakat Samarinda

"Kita sudah lakukan itu beberapa tahun terakhir. Sudah 6.923 unit rumah warga kurang mampu kita rehab berkolaborasi dengan APBN. Anggarannya itu hasil rasionalisasi honorer, biaya rapat-rapat dan lain-lain. Tahun ini, khusus APBD kita akan rehab rumah 500 unit lagi," katanya.

Rasionalisasi jumlah honorer tahun ini juga mengingat bakal ada tambahan ASN baru berdasarkan hasil seleksi CPNS tahun 2018 kemarin. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved