Prostitusi Artis

Kapolda Jatim Ungkap Prostitusi Online Terselubung, Selain Vanessa Ada 45 Artis dan 100 Model

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap jumlah kalangan artis yang terlibat jaringan prostitusi online terselubung

Kapolda Jatim Ungkap Prostitusi Online Terselubung, Selain Vanessa Ada 45 Artis dan 100 Model
TribunJatim.com/ Mohammad Romadoni
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan update terbaru kasus prostitusi artis 

TRIBUNKALTIM.CO, SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap jumlah kalangan artis yang terlibat jaringan prostitusi online terselubung. Ternyata bukan hanya artis Vanessa Angel (27) dan model dewasa Avriellia Shaqqila (25). Jumlahnya puluhan orang bintang film dan 100 model dengan tarif bervariasi, antara Rp 25 juta hingga Rp 300 juta sekali melayani pengguna.

"Ada 45 artis diduga terlibat prostitusi ini," ungkap Irjen Luki di Mapolda Jatim, Senin (7/1). Luki mengatakan adapun tarif dari sederet artis dari posisi tersebut mulai Rp 25 juta, Rp 80 juta Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 300 juta. "Dua artis sudah diperiksa yang lainnya kemungkinan menyusul untuk diperiksa," kata Luki.

Pihak kepolisian sudah menetapkan dua mucikari prostitusi artis yaitu Endang (37 ) dan Tantri (28) asal Jakarta Selatan. Mucikari Tantri diduga mempunyai jaringan di kalangan artis, dan tersangka Endang artis selebgram. "Dua mucikasi resmi sebagai tersangka sudah ditahan," kata Luki.

Baca: Menteri Yohana Sebut Sanksi Hukum untuk Perempuan Penjaja Seks Dilematis, Ini Alasannya

Baca: VIDEO LINK LIVE STREAMING Wolverhampton vs Liverpool di Piala FA Pukul 02:45 WIB Dini Hari Ini

Didampingi sejumlah personel dari Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Luki mengatakan ada sejumlah artis yang diduga terlibat dalam prostitusi daring itu. "Tadi malam, tim penyidik sudah melakukan pengembangan, bukan hanya dua, tapi ada 45," ujar Luki.

Luki mengimbuhkan, selain 45 artis yang terlibat didalamnya, ada juga sekitar 100 model yang menjadi korban dari dua mucikari berinisial Tantri alias TN dan Endang alias ES yang telah ditetapkan tersangka pada Minggu (6/1).

"Semuanya 45 oknum artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua mucikari (TN dan ES) ini dengan tugasnya masing-masing," kata Luki.

Dalam kasus itu, ternyata menyeret nama artis ibu kota berinisiap Vanessa Angel. Data yang diperoleh TribunJatim.com dilapangan menyebutkan, Vanessa diperkirakan memperoleh bayaran hingga Rp 80 juta dari setiap pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya.

Baca: Benarkan Wanita di Foto Syur Dirinya dan Diambil Teman Artis, Vanessa Angel Sebut Kasusnya Jebakan

Tak hanya Vanessa, personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim juga mengamankan seorang foto model dewasa Avriellia Shaqqila. Avriellia sendiri diduga memperoleh bayaran hingga Rp 25 juta untuk setiap kali servis.

Apakah ada pemeriksaan 40 artis lainnya yang bertarif Rp 300 juta diduga terlibat jaringan prostitusi terselubung? Barung Mangera meminta agar tidak menganggu penyidikan terkait prostitusi artis ini. Karena masih ada informasi yang tidak boleh disampaikan untuk kepentingan penyidikan.

"Kami perlu menjaga informasi ini supaya kasus terus berlanjut karena ada informasi yang dikecualikan yang tidak boleh diakses publik demi kepentingan penyelidikan," katanya.

Apakah pengguna jasa pengusaha tajir, berinisal R, yang menyewa layanan prostitusi artis? Kabid Humas Polda Jatim memaparkan tidak ada regulasi dalam undang-undang yang menjerat pengguna layanan prostitusi. Kecuali, apabila pengguna memfasilitasi adanya prostitusi dan menerima fee dari jasa penghubung maka itu bisa dijerat ke ranah pidana.

Terkait penguna layanan esek-esek prostitusi artis Vanessa Angel yaitu pengusaha inisial R asal Surabaya sudah diperiksa. "Sementara itu berkaitan kasus ini belum ada pengguna yang diproses ke ranah pidana," katanya.

Baca: Beredar Rumor Bakal Segera Menikahi Sang Pacar, Ini Komentar Valentino Rossi

Baca: BREAKING NEWS - Lily Chinriny Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Rumahnya, Warga Balikpapan Geger

Data yang diperoleh TribunJatim.com dari Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menyebutkan, hasil pengembangan yang dilakukan ternyata seluruh konsumennya berasal dari hampir seluruh kota di Indonesia.

Bahkan, ada pula konsumen yang berasal dari luar negeri. "Kalau dilihat, ini konsumennya dari semua kota, tergantung pesanannya, bahkan di luar negeri juga ada, kami dapatkan data dari luar negeri," ujar Luki Hermawan. (surya)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved