Kasus Malaria Capai 1.125 di PPU, Tertinggi di Pulau Kalimantan!

Jumlah kasus malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2018 lalu capai 1.125 kasus.

Kasus Malaria Capai 1.125 di PPU, Tertinggi di Pulau Kalimantan!
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Kasi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan PPU, Eka Wardhana 

Kasus Malaria Capai 1.125 di PPU, Tertinggi di Pulau Kalimantan

Laporan wartawan tribunkaltim. Co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -  Jumlah kasus malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2018 lalu capai 1.125 kasus.

Bahkan jumlah ini merupakan kasus tertinggi di Pulau Kalimantan dan para penderita terbanyak merupakan pekerja di sektor perkayuan. 

Kasi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan PPU, Eka Wardhana, Selasa (8/1/2019) menjelaskan, kasus malaria tertinggi berada di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam dengan jumlah kasus capai 462 kasus, kemudian disusul Sepaku I dengan 190 kasus.

Ia mengatakan, dari jumlah kasus itu sebanyak 124 penderita yang harus dirujuk di RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

Kontrak Berakhir Februari 2019, Bagaimana Masa Depan Atep Bersama Persib Bandung?

Piala Indonesia Masuki Babak 32 Besar, Persib Bandung Bakal Kembali Bertemu Persija Jakarta?

Ia mengatakan dengan kasus 1.125 kasus ini menjadikan PPU menjadi zona merah dalam kasus malaria.

Bahkan jumlahnya paling tertinggi di kabupaten/kota Pulau Kalimantan.

Meski masuk zona merah namun tidak ada penderita yang sampai meninggal dunia.

Selain itu kata Eka, penanganan kasus malaria di PPU dinilai Kemenkes cukup bagus.

Sukses dengan Avanza, Hari Ini Toyota Luncurkan Produk Camry Terbaru, Berikut Bocoran Harganya!

Pria dan Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana dengan Luka Tembak di Kamar Hotel

 

Untuk para penderita katanya, terbanyak merupakan pekerja di sektor perkayuan karena mereka bekerja di dalam hutan yang sangat rawan terkena penyakit malaria.

Halaman
12
Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved