Kepala Puskesmas Karang Joang Sebut 1 Anak Meninggal Akibat DBD di Balikpapan

"Saya belum tahu persis usianya, sepertinya kelas 1 SD, merupakan warga RT 38 KM 17, Kelurahan Karang Joang," ujarnya.

Kepala Puskesmas Karang Joang Sebut 1 Anak Meninggal Akibat DBD di Balikpapan
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
JAGA KEBERSIHAN - Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan untuk menakan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepala Puskesmas Karang Joang Balikpapan sebut 1 korban meninggal akibat DBD di awal tahun 2019. 

Kepala Puskesmas Karang Joang Sebut 1 Anak Meninggal Akibat DBD di Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memasuki awal tahun 2019, satu korban meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan, Rabu (9/1/2019).

Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti mulai mengancam warga Balikpapan. Kini warga RT 38 KM 17 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara menjadi korban.

Kepala Puskesmas Karang Joang Balikpapan, dr. Sriyono mengatakan, beberapa tahun belakangan ini wilayah Karang Joang aman dari serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) 

Sempat Hilang Lima Hari, Satu Warga Barong Tongkok Kubar Ditemukan Tak Bernyawa

BREAKING NEWS - Lakalantas di Penajam, Jamiluddin Tewas Terlindas Truk CPO

"Ternyata dua tahun kemudian muncul kasusnya, baru saja satu anak meninggal akibat DBD ini. Hal ini diduga karena warga lengah tidak melakukan penjagaan," kata Sriyono.

Satu korban meninggal akibat DBD ini disampaikan Sriyono, Kepala Puskesmas Karang Joang Balikpapan. 

Disebutnya, korban meninggal masih berusia anak-anak, usianya berkisar 6-7 tahun.

"Saya belum tahu persis usianya, sepertinya kelas 1 SD, merupakan warga RT 38 KM 17, Kelurahan Karang Joang," ujarnya.

Kronologi Pasangan Mahasiswa Samarinda Buang Bayi di Tenggarong Seberang, Keduanya Tinggal Satu Atap

Free Streaming Drama Encounter Episode 2, Gratis dan Bisa Tonton Lewat HP

Syukri Wahid : Dewan Dukung Larangan Penggunaan Plastik dan Styrofoam

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Esther Vonny belum menerima informasi mengenai kasus demam berdarah dengue (DBD) yang memakan korban jiwa.

"Kami belum dengar, adakah keterangan identitas dan alamatnya dimana ?Kami akan kroscek ke Puskesmas di Balikpapan Utara dulu. Mohon kalau ada info terkait hal tersebut," kata Vonny.

Seperti diketahui dua tahun lalu kasus DBD di Balikpapan tertinggi di Kaltim. Pada tahun 2016 ada 26 orang yang meninggal akibat demam berdarah dan ada 4 ribu lebih kasus.

Sementara ditahun 2017 dan 2018 sebanyak dua orang meninggal akibat DBD. (*) 

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved