Berlubang dan Sering Banjir, Masyarakat Berau Tak Sabar Jalan HARM Ayoeb segera Diperbaiki

Berlubang dan Sering Banjir, Masyarakat Berau Tak Sabar Jalan HARM Ayoeb segera Diperbaiki

Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Jalan HARM Ayoeb, kerap terendam banjir. Selain itu, banyak terdapat kubangan karena genangan air membuat badan jalan rusak. Ditambah lagi, ruas jalan nasional ini tidak ada drainasenya. 

Berlubang dan Sering Banjir, Masyarakat Berau Tak Sabar Jalan HARM Ayoeb segera Diperbaiki

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Jalan HARM Ayoeb yang berbatasan dengan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur dan Gunung Tabur, kerap menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, ruas jalan ini selain paling ramai dilintasi kendaraan, juga menjadi akses utama menuju pasar induk. Namun kondisinya mengalami kerusakan parah. Terlebih lagi saat musim hujan seperti sekarang, jalanan kerap terendam banjir.

Usai banjir, jalan berubah menjadi kubangan dan jika diterpa matahari seharian, berubah menjadi debu yang mengotori rumah-rumah warga di sekitarnya. Namun warga yang bermukim di sekitar Jalan HARM Ayoeb sudah mulai sumringah. Karena beberapa pekerja sudah tampak mulai mengukur-ukur badan jalan, sebagai tanda, bakal ada perbaikan. “Saya lihat sejak beberapa hari lalu memang sudah ada pekerja proyek yang ukur-ukur, mudah-mudahan bisa segera diperbaiki,” kata Riswan, warga sekitar.

“Iya mudah-mudahan cepat diperbaiki, karena capek kami cuci motor kalau jalanan sudah berlumpur,” kata Sapri menimpali. Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah yang kerap melintasi jalan ini, juga mengaku senang dengan dimulainya pengerjaan Jalan HARM Ayoeb.

“Disyukuri, karena ada penanganan yang serius. Dan kita (Kabupaten Berau) dapat kucuran APBN yang betul-betul prioritas,” ungkapnya. Pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp 125 miliar untuk menimbun dan meningkatkan badan jalan ini.

Wanita yang biasa dipanggil Sari itu mengatakan, perbaikan jalan ini juga menjadi kesempatan untuk menjelaskan kepada masyarakat, bahwa Jalan HARM Ayoeb merupakan ruas jalan nasional. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dan memang tidak diperbolehkan menganggarkan dana untuk perbaikan.

Pasalnya, selama ini masyarakat menganggap, Jalan HARM Ayoeb merupakan tanggungjawab pemerintah daerah dan dianggap tidak peduli dengan kondisi jalan yang babak belur ini. Namun anggaran Rp 125 miliar ini digunakan untuk meningkatkan jalan mulai dari jalan poros Tanjung Redeb-Labanan hingga perbatasan antara Berau dan Bulungan yang juga menjadi daerah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimatan Utara.

PT Adhi Daya KSO sebagai pelaksana proyek telah melakukan mobilisasi alat berat, material, dan pekerja yang akan mulai bekerja awal tahun 2019.(*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved