Carut Marut Sistem Penanggulangan Bencana Selama tahun 2018 jadi Sorotan Ombudsman RI

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie memaparkan bahwa terdapat beberapa catatan soal kelemahan dan potensi maladministrasi di tahun 2018.

Carut Marut Sistem Penanggulangan Bencana Selama tahun 2018 jadi Sorotan Ombudsman RI
Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT)
CARI KORBAN - Relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih mencari korban Gempa Palu di reruntuhan Perumnas Balaroa, Palu, Sulteng, Jumat (12/10/2018). 

Carut Marut Sistem Penanggulangan Bencana Selama tahun 2018 jadi Sorotan Ombudsman RI

TRIBUNKALTIM.CO - Ombudsman RI menyampaikan sejumlah catatan penyelenggaraan pemerintah yang menonjol di tahun 2018 agar bisa mendapat perhatian khusus pada tahun 2019.

Salah satunya adalah carut marut sistem penanggulangan bencana.

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie memaparkan bahwa terdapat beberapa catatan soal kelemahan dan potensi maladministrasi di tahun 2018.

Contoh pada pra-bencana semisal early warning system yang tak berfungsi secara efektif, pengadaan dan perawatan alat deteksi tsunami tersandera sistem anggaran yang tidak berorientasi kebutuhan, juga kurangnya pendidikan bencana bagi masyarakat sehingga mereka gagap.

 

Ada Orang yang Memang Sengaja Sebarkan Hoaks Demi Raup Dolar, Ini Penjelasan Kominfo

Soal Teror Bom Molotov di Rumah Pimpinan KPK, Kapolri: Ada Petunjuk Menarik

Ramna (33) warga Petobo Kota Palu sedang mencuci alat masak di pengungsian. Ia selamat dari bencana likuefaksi setelah dimuntahkan bumi.
Ramna (33) warga Petobo Kota Palu sedang mencuci alat masak di pengungsian. Ia selamat dari bencana likuefaksi setelah dimuntahkan bumi. (KOMPAS.com/ROSYID AZHAR)

Serta anggaran bencana yang kurang memadai.

Sementara pada tahap tanggap darurat, masih terdapat organisasi dan koordinasi yang tak baku, peran dan kewenangan BPBD tidak jelas, pemberian bantuan yang harus lebih dulu melewati proses berbelit, dan akses bantuan masih terfokus pada kota tertentu saja serta informasi dan data simpang siur.

Sedangkan di tahap pasca-bencana, ads empat concern yang perlu menjadi perhatian :

1. Pemulihan kesehatan fisik dan psikologis

2. Akurasi pendataan korban

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved