Ada 120 Bank Sampah di Balikpapan, Direktur Pendamping Sebut Hanya 4 Persen yang Efektif

Dari sisi efektivitasnya hanya kecil sekitar 4 persen saja, dari 120 Bank Sampah yang berjalan bagus hanya sampai 5 unit saja.

Ada 120 Bank Sampah di Balikpapan, Direktur Pendamping Sebut Hanya 4 Persen yang Efektif
Tribunkaltim.co/ Budi Susilo
Aktivitas masyarakat pada Bank Sampah di daerah Karang Anyar RT 32, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

“Sikap kesadaran masyarakatnya yang memang susah, mengubahnya itu yang tidak gampang,” ungkapnya. 

Daftar Pelatih di Liga Indonesia Musim 2019, Stefano Cugurra Pindah ke Bali United

Soal Tingginya Harga Tiket Pesawat, Ini Tanggapan KPPU Balikpapan

Coppa Italia Malam Ini: Cagliari vs Atalanta, Live di TVRI Nasional

Bank Sampah yang ada di Balikpapan bisa mengalahkan Kota Makassar seandainya semua warganya bisa sadar, mampu menjalankan secara tepat.

Masyarakat sepertinya perlu pendampingan lebih serius, terkait dengan pengelolaan sampah organik dan bukan organik. 

“Kasih tahu ini sampah yang bisa ditukarkan menjadi uang. Bisa bernilai ekonomis. Ini tidak bisa dijalankan sama Bank Sampah. Harus ada yang bisa kawal, harus ada yang bisa mendampingi. Bisa saja libatkan mahasiswa, masyarakat di lingkungan terdekat, sama perguruan tinggi,” ujarnya. 

Persoalan sampah bukan saja urusan dari pemerintah kota semata, tetapi juga butuh peran kesadaran masyarakat secara luas. Tugas pemerintah hanya memberikan fasilitasi dan motivasi untuk ciptakan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang benar. 

“Di tingkat kelurahan atau kecamatan harus ada yang bisa gerakan, Bank Sampah yang terbentuk harus bisa dijalankan, didampingi terus,” tegasnya. 

Seandainya ada kepastian mengenai kejelasan dari penukarang sampah yang bernilai ekonomis di Bank Sampah, pastinya akan memberikan gairah yang memuncak pada masyarakat untuk terus bisa ikut terlibat dalam pengelolaan dan pemilahan sampah. 

Pola pengelolaan dan pemilahan sampah mesti berjalan mandiri tanpa harus bergantung pada anggaran dari Pemerintah Kota Balikpapan. “Kalau mau gelontorkan anggaran dari pemerintah diarahkan bagaimana untuk bisa bangkitkan kesadaran,” ujarnya. 

Sementara katanya lagi, sistem pemanfaatan nilai ekonomis sampah mesti bisa terwujud dalam Bank Sampah demi kelancaran bergeraknya manajemen Bank Sampah yang terbentuk di tiap lingkungan pemukiman penduduk.  

“Harus ada koordinasi kuat, warga serahkan sampah pilihan ke Bank Sampah, dikumpul datang pengumpul sampah dan membeli. Warga yang menukar sampah di Bank Sampah dapat nilai ekonomis, si pengumpul dapat sampahnya dan bisa dijualkan lagi,” tuturnya. (*) 

Penulis: Budi Susilo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved