Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal, KPPU Balikpapan Ikut Telusuri Penyebabnya

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Balikpapan angkat bicara soal kenaikan harga tiket pesawat dinilai tidak masuk akal

Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal, KPPU Balikpapan Ikut Telusuri Penyebabnya
Tribunkaltim.co/ Aris Joni
Ketua KPPU Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harga tiket pesawat rute domestik yang dinilai mahal dan tidak rasional membuat masyarakat konsumen terbebani. Gejolak konsumen sudah mulai terlihat beberapa minggu belakangan ini.

Malah sebagian warga terheran dengan harga tiket pesawat rute luar negeri yang lebih murah dibanding rute domestik atau antarkota di Indonesia.

Tingginya harga tiket pesawat tersebut juga dikeluhkan warga Balikpapan yang menggunakan moda transportasi pesawat. Menanggapi fenomena tersebut, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Balikpapan angkat bicara soal kenaikan harga tiket pesawat dinilai tidak masuk akal tersebut.

Baca: Penurunan Tarif Tiket Pesawat Belum Berlaku di Balikpapan, Tiket ke Jakarta masih Rp 2 Juta Lebih

Baca: Balikpapan Gagal Pertahankan Penghargaan Adipura Kencana

Kepala KPPU Perwakilan Balikpapan Abdul Hakim Pasaribu menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman guna mencari penyebab utama terjadinya kenaikan harga tiket pesawat yang begitu tinggi.

Sementara ini, masih menduga adanya beberapa faktor yang mempengaruhi maskapai penerbangan menaikkan harga tiket. Salah satunya adanya kenaikan avtur sebagai bahan bakar pesawat yang diikuti naiknya tarif tiket. Selain itu, ada dugaan persaingan bisnis antarpelaku usaha maskapai penerbangan ikut mempengaruhi kenaikan harga tiket.

Menurut Hakim, saat ini maskapai besar yang tinggal dua, yakni Maskapai Garuda Grup dan Lion Grup. Sementara Sriwijaya Grup yang sebelumnya ikut bersaing telah masuk dalam manajemen Garuda Grup.

Baca: Walikota Neni Raih Piala Nirwasita Tantra Green Leadership, Terima Kasih Warga Bontang

Baca: Mahasiswi di Samarinda Jadi Mucikari Prostitusi Online, Pelanggannya Anak-anak Muda

"Semakin sedikit pesaing, semakin ketat juga persaingan bisnisnya. Logikanya, kalau Garuda menaikkan harga, otomatis Lion juga akan menaikkan harganya. Tapi ini masih dalam proses pendalaman kami," ujarnya.

Lanjutnya, kenaikan harga tiket pesawat sudah terlihat pasca Lebaran 2018 lalu. Namun baru Desember 2018 kemarin terlihat kenaikan harga tiket pesawat secara signifikan. Sedangkan untuk menaikkan tarif harga tiket pesawat mengacu pada Permenhub RI No. Pm 14 tahun 2016 tentang mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

"Kita ambil contoh rute Balikpapan-Jakarta. Sesuai aturan pemerintah, tarif batas atas Rp 1.891.000 dan tarif batas bawahnya Rp 567.000. Tapi kenayataannya, tiket pesawat kalau kita cek di online harganya mencapai Rp 2,2 juta. Itu sudah di luar batas yang ditetapkan pemerintah dan hal tersebut patut dipertanyakan kenapa bisa terjadi," jelasnya, Senin (14/1).

Hakim menambahkan, semestinya harga tikat pesawat saat ini, setelah libur Natal dan tahun baru ini sudah normal. Tapi kenyataan harga tiket hibgga saat ini masih tinggi dan tidak kunjung turun. "Warga sudah resah dengan harga tiket yang melambung tinggi ini," tuturnya.

Baca: Harga Tiket Pesawat Mahal, Piatur: Menaikkan Harga di Luar Aturan, Berarti Melawan Hukum

Hingga saat ini KPPU Balikpapan masih terus mendalami penyebab utama kenaikan harga tiket pesawat yang sangat meresahkan masyarakat, terutama melakukan penelusuran terhadap sikap pelaku usaha maskapai.

"Ini yang kita sedang telusuri, kenapa ada muncul pelaku usaha menyatakan sepakat menurunkan. Berarti kan sebelumnya ada juga kesepakatan menaikkan. Ini yang perlu kita pertanyakan," pungkasnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved