Video Klarifikasi Pembongkaran Makam Karena Beda Pilihan Politik di Pilkades dan Pilpres

Minggu, 9 Desember 2018, 5 makam di Desa Jembatan Merah, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, dibongkar paksa untuk dipindahkan.

Video Klarifikasi Pembongkaran Makam Karena Beda Pilihan Politik di Pilkades dan Pilpres
Kolase Tribun Timur/ Instagram @Ndorobeii
Seorang pria bernama Abdul Salam mengklarifikasi pernyataan dirinya yang telah menyebut Partai Nasdem saat pembongkaran makam di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. 

Video Klarifikasi Pembongkaran Makam Karena Beda Pilihan Politik di Pilkades dan Pilpres 

TRIBUNKALTIM.CO - Peristiwa terjadi di Gorontalo, makam dibongkar lantaran beda pilihan politik Pilkades 2018 dan Pemilu 2019.

Dikutip Tribun Video dari akun Instagram @Ndorobeii, seorang pria bernama Abdul Salam mengklarifikasi pernyataan dirinya yang telah menyebut Partai Nasdem saat pembongkaran kuburan tersebut.

"Saya atas nama keluarga yang kuburnya dibongkar kemarin itu memberikan pernyataan kembali dan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada keluarga Partai Nasdem yang telah saya sebut nama Nasdemnya di dalam pernyataan saya di pembongkaran kuburan kemarin itu, ucap Abdul.

Soal Subsisi Ongkos Angkut Barang ke Perbatasan, Ini Tahapannya Sekarang

Ada 120 Bank Sampah di Balikpapan, Direktur Pendamping Sebut Hanya 4 Persen yang Efektif

Harga Tiket Pesawat Turun hingga 60 Persen, Dilatarbelakangi Karena Warga Aceh Buat Paspor ?

Ia mengaku bahwa dalam video klarifikasi tersebut dirinya secara sadar meminta maaf karena perbuatannya.

Abdul juga mengaku bahwa ia tidak bermaksud untuk menyudutkan pihak manapun.

"Atas ini saya tidak ada tekanan dari manapun dengan kesadaran saya sendiri, saya juga tidak yakin bahwa ini tidak pernah merasa menyudutkan seseorang apalagi Nasdem sebesar itu," lanjutnya.

Dirinya menjelaskan, kata-kata yang terucap tersebut hanyalah bermaksud menjelaskan mengapa kuburan milik Hawano dibongkar.

"Saya hanya terucap karena ada pernyataan-pernyataan yang membuat kuburan ini dibongkar dari Saudara Hawano itu," jelasnya.

Di akhir video ia mengulangi permintaan maafnya karena telah menyebut Nasdem di ujung jawabannya saat wawancara.

Halaman
12
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved