Beras Disebut Beri Pengaruh pada Pembentukan Garis Kemiskinan di Kalimantan Utara

Ada lima komoditas terbesar penyumbang Garis Kemiskinan Makanan di perkotaan.

Beras Disebut Beri Pengaruh pada Pembentukan Garis Kemiskinan di Kalimantan Utara
Tribunkaltim.co/ M. Arfan
Suasana press rilis di Kantor BPS Kalimantan Utara, Jalan H Maskut, Tanjung Selor, Selasa (15/1/2019). 

Beras Disebut Beri Pengaruh pada Pembentukan Garis Kemiskinan di Kalimantan Utara

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Komoditas makanan mempunyai andil cukup besar dalam membentuk Garis Kemiskinan Makanan di Kalimantan Utara berdasarkan catatan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara per bulan September 2018.

Selama Maret 2018 - September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar Rp 5,88 persen yaitu dari 586.049,00 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 620.501,00 per kapita per bulan pada September.

Ada lima komoditas terbesar penyumbang Garis Kemiskinan Makanan di perkotaan. Yakni beras, rokok kretek/filter, bandeng, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Sudah Bayar Rp 23 Juta, Penumpang Ini Harus Duduk di Lantai Kabin Pesawat Gegara Hal Ini

DPRD Sidak ke KPU Balikpapan, Kotak Suara dan Tinta Ikut Dicek

Didatangi Polisi, Pengedar Narkoba di Balikpapan Buang Kotak Rokok Berisi Sabu

Sedang di pedesaan komoditas penyumbangnya seperti beras, rokok kretek filter, gula pasir, mie instan, dan daging babi.

"Penyumbang terbesar adalah beras dengan kontribusi 21,78 persen di perkotaan dan 34,04 persen dan pedesaan," kata Kepala BPS Kalimantan Utara Eko Marsoro, Selasa (15/1/2019) dalam press rilis yang digelar di kantornya.

Adapun komoditas penyumbang Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM) di perkotaan dan pedesaan cenderung memiliki persamaan yaitu perumahan, listrik, pendidikan, bensin, dan perlengkapan mandi.

"Sekali harga beras mengalami inflasi atau perubahan harga, pasti akan mempengaruhi kemiskinan. Waktu itu harga beras naik, maka dulu pemerintah impor. Kenapa, itu untuk menurunkan angka kemiskinan," katanya.

Selain Garis Kemiskinan, angka kemiskinan juga dipengaruhi oleh indikator lain seperti Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan.

"Semakin homogen Indeks Keparahan Kemiskinan, maka akan semakin mudah untuk membuat program pengentasannya. Kebetulan kondisi dua indeks itu, Kalimantan Utara baik, semakin kecil," katanya.

Chord / Kunci Gitar, Lirik dan Video Klip Lagu Jogja Istimewa Ciptaan Kill The DJ

VIDEO - BPS Rilis Jumlah Penduduk Miskin di Kaltara Turun 0,23 Persen

Daftar Lengkap Pemain Baru di 11 Klub Liga Indonesia, Barito Putera Mulai Unjuk Gigi

Yang paling penting sebut Eko Marsoro, data-data BPS harus dimanfaatkan oleh organisasi perangkat daerah baik di Pemprov maupun Pemkab/Pemkot untuk menyusun program pengentasan kemiskinan.

"Kuncinya adalah pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang perlu diperbaiki. Harapan kami, agar OPD menindaklanjutinya," ujarnya. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved