Produsen dan Pedagang Menjual Diam-diam Aksesoris Sisik Penyu

"Pengawasan rutin kami lakukan, tapi produsen dan pedagang biasanya memproduksi dan menjual diam-diam,” ungkapnya.

Produsen dan Pedagang Menjual Diam-diam Aksesoris Sisik Penyu
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PENGAWASAN KETAT - PSDKP wilayah kerja Pulau Derawan, bersama jajaran TNI Angkatan Laut, juga mengawasi Pulau Derawan yang menjadi daerah penghasil dan penjualan aksesori dari karapas penyu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Tidak hanya aparat kepolisian, Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) wilayah kerja Pulau Derawan juga terus memantau Pulau Derawan yang menjadi daerah penghasil dan penjualan aksesori dari karapas penyu.

Hal ini diutarakan oleh Koordinator PSDKP Derawan, Didik Ryanto. Dirinya mengatakan, belum lama ini juga melakukan inspeksi mendadak bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perikanan Berau, bersama Pos TNI AL, serta Polsek Pulau Derawan.

Baca: Lima Saksi tak Hadiri Sidang Kasus RPU KM 13 Balikpapan, termasuk Ketua Dewan dan Sekkot

Namun dari sidak itu, pihaknya tidak menemukan adanya pedagang yang menjual aksesoris dari karapas penyu.

“Meski begitu, kami akan terus memantau, mempersempit ruang gerak produsen dan pedagang, sehingga lambat laun, perburuan penyu akan dihentikan,” ujarnya.

Pihaknya juga memasang sejumlah spanduk berisi imbauan, tentang larangan menangkap dan mengeksploitasi penyu.

Baca: Kapendam VI/Mlw Beri Penghargaan Tribun Kaltim pada Peringatan HUT Ke-68 Dinas Penerangan TNI AD

"Pengawasan rutin kami lakukan, tapi produsen dan pedagang biasanya memproduksi dan menjual diam-diam,” ungkapnya.

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit juga mengatakan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku pemburu penyu, pedagang yang menjual aksesoris dari penyu.

Baca: VIDEO - Gelaran Pameran Sinergi Berbasis Seni Balikpapan

“Karena penyu itu kan binatang dilindungi dan mendekati kepunahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL), untuk melakukan razia dan penyitaan produk-produk yang dibuat dari penyu.

Baca: Inilah Daftar 20 Pelatih Indonesia yang Mengikuti Kursus Lisensi AFC Pro di Spanyol

Namun hanya berselang beberapa hari, para pedagang dilaporkan kembali menjual aksesoris dari sisik penyu.
Bandelnya oknum warga tersebut menarik perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sehingga ekploitasi penyu yang sudah terjadi sejak beberapa tahun silam ini, mencuat menjadi isu nasional.

Pemerintah pun melakukan pengawasan secara intensif, dengan harapan pengawasan secara ketat itu akan membatasi ruang gerak produsen dan pedagang, sehingga perburuan penyu benar-benar dihentikan.

Baca: VIDEO EKSKLUSIF - RSUD AW Sjahranie RS Pertama di Indonesia Timur Punya Instalasi Kedokteran Nuklir

Penyu, selain menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Derawan, sebenarnya juga memiliki peran dalam ekosistem. Penyu memakan parasit yang tumbuh di terumbu karang, sehingga terumbu karang yang menjadi rumah sekaligus menjadi tempat mencari makan itu tetap terjaga.

Sehingga masyarakat, khususnya para nelayan tidak kehilangan mata pencaharian, karena menurunnya populasi ikan di Perairan Kepulauan Derawan. (*)    

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved