Berita Video

VIDEO - Jembatan Gantung Tiong Ohang Hubungkan 7 Kampung di Mahulu

Eksistensi jembatan gantung di Kampung Tiong Ohang ini bukan lagi berumuran jagung, usianya sudah bisa dibilang cukup lama,

VIDEO - Jembatan Gantung Tiong Ohang Hubungkan 7 Kampung di Mahulu
tribunkaltim.co/ budi susilo
Jembatan gantung di Kampung Tiong Ohang membentang sepanjang sekitar 120 meter ke arah daratan Kampung Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kaltim. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, LONG APARI – Masyarakat di kawasan perbatasan Kecamatan Long Apari yang berada di Kampung Tiong Ohang, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur memiliki jembatan gantung, yang telah berdiri puluhan tahun. 

Keberadaan jembatan gantung ini sangat sentral, dibutuhkan banyak masyarakat di ibukota Kecamatan Long Apari ini. Bentangan jembatan gantung ini dari Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari ke Kampung Tiong Bu’u. 

Belum lama ini, Tribunkaltim.co pada Senin (26/11/2018) sore, mendatangi lokasi ini, melihat secara langsung wujud nyata Jembatan Gantung Tiong Ohang, yang bercat merah cerah. Sambungan jembatan itu menghubungkan antar kampung, terdapat tujuh kampung. 

Baca: Kebakaran di PPU, Pemilik Rumah Mengidap Stroke Selamat Setelah Digendong Warga

“Panjang jembatan dihitung dari pengait, sepanjang 120 meter,” ujar Camat Long Apari, Belare Hujang. 

Eksistensi jembatan gantung di Kampung Tiong Ohang ini bukan lagi berumuran jagung, usianya sudah bisa dibilang cukup lama, usia telah mencapai 25 tahun lebih, sebuah usia yang senior, telah sangat berperan menjembatani hubungan masyarakat antar kampung di Long Apari ini. 

Sempat beberapa tahun yang lalu, jembatan ini sempat terputus akibat terkena dampak bencana kebakaran rumah yang sangat berdekatan dengan jembatan. 

Namun hal tersebut tidak sampai berdampak merusak tali pengait jembatan, kondisi jembatan tetap kokoh menggantung tak jatuh ke dasar Sungai Mahakam.  

Menurut Belare, saat sebelum ada jembatan, masyarakat setempat merasa repot jika ingin mengunjungi kampung yang berada diseberang sungai. Hal ini nampak terjadi di era sekitar tahun 1970. 

“Belum ada jembatan, warga mendayung, seberangi sungai pakai perahu kecil. Cukup memelahkan,” kata Belare. 

Saban hari, tegas Belare, jembatan tidak pernah sepi, selalu saja ada orang yang melintas. Sayangnya, jembatan hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, sedangkan kendaraan roda empat tidak bisa muat, alias mustahil bisa lewat. 

Baca: Rasakan Atmosfer Berbeda di Liga 1, Finky Pasamba Senang Gabung ke Borneo FC

“Naik motor saja jika ada banyak motor juga tidak bisa. Lima motor saja yang lewat di jembatan, kondisinya bahaya sekali. Jembatannya goyang. Kan ini jembatan gantung, terbatas sekali muatannya. Harus bergantian kalau mau lewat, jangan bareng-bareng sekaligus. Bahaya, bisa jatuh nanti,” imbuhnya. 

Jembatan ini sangat berdekatan dengan wilayah kampung terjauh yakni Kampung Long Apari. Jaraknya jika melintasi Sungai Mahakam sekitar dua jam. Bisa dibilang ini tempat yang terjauh, terpencil yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, apalagi Long Apari ini berdekatan dengan wilayah Serawak Malaysia. (ilo)

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved