Butuh 20 Ribu Tenaga P3K/PPPK untuk 2 Jabatan, Kemenag Dorong Honorer K2 Ikut Rekrutmen

Kemenag RI telah mengajukan kebutuhan tenaga PPPK sebanyak 20ribu orang. Rencananya, rekrutmen akan mulai dibuka akhir Januari 2019.

Butuh 20 Ribu Tenaga P3K/PPPK untuk 2 Jabatan, Kemenag Dorong Honorer K2 Ikut Rekrutmen
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Demo guru honorer di Balai Kota Samarinda. 

Butuh 20 Ribu Tenaga P3K/PPPK untuk 2 Jabatan, Kemenag Dorong Honorer K2 Ikut Rekrutmen

TRIBUNKALTIM.CO - Baru-baru ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI  telah mengumumkan hasil akhir CPNS 2018 di lingkungannya. 

Setelah penerimaan CPNS, Kemenag juga rencananya akan membuka rekrutmen untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K).

Dilansir oleh kemenag.go.id,  Kemenag mendorong Tenaga Honorer K2, khususnya bagi guru dan penyuluh untuk mengikuti skema rekrutmen PPPK/P3K tersebut.

Status K2 Hilang dan Tak Bisa Naik Golongan, Forum Keberatan P3K/PPPK jadi Solusi Masalah Honorer

Panglima TNI dan Institusinya Dihina di Medsos, Panglima Hadi Tjahjanto Beri Respons Tak Terduga

Rekrutmen PPPK sendiri, rencananya akan mulai dibuka pada akhir Januari 2019.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat  berdialog dengan 750 ASN Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, di Asrama Haji Bekasi.

“PPPK ini merupakan salah satu solusi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer. Prioritasnya untuk tahun ini adalah untuk tenaga honorer K2,” tutur Menag, Jumat (11/1/2019).

Menag berharap, para tenaga honorer K2 dapat memanfaatkan peluang ini.

Selanjutnya menurut Menag, secara bertahap peluang untuk menjadi PPPK akan dibuka bagi tenaga-tenaga honorer yang tidak termasuk pada kelompok K2.

Dalam dialog bertajuk Sapa Penyuluh dan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) tersebut, juga turut hadir sebagai narasumber Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Suyitno.

Senada dengan Menag, Suyitno pun  menyampaikan di tahun 2019 pemerintah akan mengangkat PPPK untuk tiga kelompok jabatan.

Yakni untuk jabatan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh.

“Untuk Kemenag, kita hanya memiliki dua kelompok. Guru dan penyuluh. Kami berharap ini peluang ini dapat dimanfaatkan oleh teman-teman honorer K2,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan Suyitno menyatakan hal tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Doan Pardede
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved